Buku sebagai sumber ilmu, bacalah!

Semakin banyak membaca, semakin banyak ilmu yang didapat

Teruslah belajar

Dunia itu kecil jika kita berilmu

Learning!

Jelajahi ilmu hingga ke seluruh pelosok dunia

Ilmu padi

Semakin tua, semakin berisi, semakin merunduk

Tata surya

Filosofi belajar sepanjang hayat

Minggu, 18 Oktober 2009

PEKERTI

Assalamu'alaikum wr wb.
Pembaca yang budiman
PEKERTI adalah Pelatihan Peningkatan Ketrampilan Dasar Teknik Instruksional merupakan suatu bentuk pelatihan yang ditujukan kepada para Dosen Muda untuk meningkatkan kompetensi profesionalismenya. Masih banyak dosen muda khususnya yang bukan berasal dari Alumni Kependidikan, mengalami kesulitan dan kendala dalam mengembangkan Teknik Instruksionalnya dalam proses perkuliahan. Untuk itu sangat diperlukan pelatihan Pekerti ini dalam rangka meningkatkan kompetensi profesional dosen muda. Setelah pelatihan Pekerti dilanjutkan dengan Pelatihan Program AA yaitu program Applied Approach (AA)yang lebih banyak mengarah kepada aplikasi dari teknik instruksional dalam proses perkuliahan. Bagi dosen yang sudah menempuh atau mengikuti pelatihan Pekerti dan AA diharapkan dapat memberikan pelayanan yang maksimal dan pelayanan yang terbaik kepada seluruh mahasiswa dalam proses perkuliahannya. Dengan demikian akan berdampak positif terhadap peningkatan prestasi belajar mahasiswa.
Sekian terima kasih
Salam Edukasi
Wassalamu'alaikum wr wb.

Haryono, M.Pd.

Kamis, 10 September 2009

WISUDA PASCASARJANA


Fotoku saat di wisuda oleh Bapak Rektor UNS 3 September 2009



Album Kenangan (Istriku) saat di Wisuda oleh Bapak Rektor UNS Solo

Alhamdulillahirobbi'alamin
Puji Syukur ke hadirat Allah swt atas semua limpahan berkat dan nikmat-Nya. Menjadi dambaan setiap mahasiswa yang masih kuliah untuk mengikuti Wisuda, apalagi bagi mahasiswa yang sudah tua seperti saya dan nyonya.
Pada hari Kamis tanggal 3 September 2009 merupakan hari Bahagia bagi kami sekeluarga, karena pada hari itu Saya dan Nyonya di Wisuda oleh Rektor UNS Solo, telah LULUS S2 Prodi TP dengan IPK 3,90 (Lulus dengan Pujian/Cumloude). Merupakan kebanggaan bagi kami berdua dapat lulus dengan predikat Cumloude. Selain menerima Ijazah S2 juga menerima Sertifikat/Tanda Penghargaan Lulus dengan Pujian dan juga menerima Souvenir cantik dari Bapak Rektor. Mohon do'a restu dari para pembaca semuanya, mudah-mudahan ilmu kami bermafaat. Amin

Kamis, 23 Juli 2009

CERDAS CERMAT CERDIK PANDAI

CERDAS artinya mempunyai kemampuan intelektual yang dapat menyimpan banyak memory, sehingga mudah mengingat kembali saat ilmu itu dibutuhkan.
CERMAT artinya mempunyai kemampuan untuk melakukan suatu perbuatan dengan teliti dan terperinci (urutan yang baik dan logis). Orang yang cerdas belum tentu cermat, tetapi orang cermat sudah otomatis dia cerdas.
CERDIK artinya mempunyai kemampuan pemilihan strategi yang jitu dalam merencanakan maupun melaksanakan suatu perbuatan.
PANDAI artinya mempunyai kemampuan berkomunikasi dan mengkomunikasikan ide-idenya dengan sopan dan santun sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapinya.
Orang cerdik belum tentu pandai, tetapi orang yang pandai sudah otomatis dia cerdik. Orang yang yang mempunyai kemampuan CERDAS CERMAT CERDIK PANDAI merupakan Hamba Allah SWT yang Sholeh atau Sholehah. Dia akan selalu berbuat dengan KEJUJURAN dan terhindar dari KEBOHONGAN. Dia akan berbuat yang paling TEPAT dan TERBAIK setiap saat. Kalau semua orang Indonesia mempunyai kemampuan seperti di atas, NGGAK ADA KORUPTOR dhong!!!!! Terus gimana????? Yang jelas mulailah dari DIRI SENDIRI, dari yang paling sederhana, dan dari yang paling mudah. SEMOGA kita termasuk HAMBA ALLAH SWT yang SHOLEH dan SHOLEHAH. Amin amin ya robbal alamin.

KEJUJURAN

KEJUJURAN adalah lawan dari KEBOHONGAN. Orang yang bohong berarti tidak Jujur. Orang yang Jujur berarti tidak bohong. Begitu banyak faktor yang menyebabkan seseorang berbohong, dan begitu banyak makna pada Kejujuran yang dilakukan oleh seseorang. Kebohongan merupakan benih GEJALA SAKIT KEJIWAAN. Orang yang sering berbohong mendekati gangguan kejiwaan atau mendekati Sakit jiwa. Artinya dengan banyak berbohong dapat menyebabkan gejala sakit jiwa yang akhirnya dapat menderita sakit jiwa beneran. Masak iya sih????? Hiii serem!!!!! Dengan berbohong dapat mengakibatkan orang lain sengsara, diri sendiri sengsara, atau bahkan sebaliknya yaitu dengan kebohongan itu membuat orang lain merasa senang, dapat mebuat diri sendiri merasa puas dan bangga tapi sesaat. Kebohongan membawa sengsara, menimbulkan kegelisahan. Dampak lebih lanjut dari kebohongan adalah laknat (neraka) dan malapetaka. Dosa yang harus ditanggung dunia akherat. Itulah yang terberat!!!!! Naudzubillahi mingdalik!!!!! Apakah Anda masih suka berbohong????? atau kadang-kadang berbohong????? atau nggak pernah berbohong sama sekali?????
Bagaimana menurut pendapat ANDA?????

Minggu, 12 Juli 2009

UJIAN TESIS

Puji syukur ke hadirat Allah swt, atas segala berkat dan nikmatnya.
Alhamdulillahi robbil'alamin
1. Aku telah Lulus Ujian Tesis pada 9 Juli 2009 dengan nilai yang sangat memuaskan yaitu dengan IP = 3,90 merupakan prestasi yang fantastis.
2. Istriku telah Lulus Ujian Tesis pada 26 Mei 2009 dengan nilai yang sangat memuaskan yaitu IP = 3,76.
Rencananya Wisuda akan diselenggarakan pada : 3 September 2009.
Terima kasih kepada semua fihak yang telah membantu kami dalam menyelesaikan studi ini.
Gelar Magister Pendidikan (M.Pd.) sebentar lagi menjadi kenyataan.
Untuk Anak-anakku tersayang, contohlah Bapak dan Ibumu, walaupun sudah tua masih mampu untuk berprestasi dalam studi.
Semoga Allah swt selalu memberikan ridhonya kepada kita semua. Amin amin ya robbal 'alamin.

Minggu, 28 Juni 2009

CATUR ITU NIKMAT


CATUR SIMULTAN DENGAN GRAND MASTER UTUT ADIANTO
Pertandingan Catur simultan diadakan di Pakuwon Mall Surabaya. Utut Adianto melawan 50 pecatur dari seluruh Jawa Timur. Dari 50 lawan tersebut hanya ada 2 orang yang MENANG dan 5 orang DRAW/REMIS. Diantara 5 orang yang REMIS tersebut termasuk penulis. Gambar di samping adalah saat penulis menerima hadiah dari Utut Adianto. Berarti ada 43 orang yang kalah. Pertandingan berlangsung sekitar 5 jam nonstop. Bagi yang menang dan Remis memperoleh hadiah dari Utut Adianto. Lumayan!!!!! Bagi penggemar olah raga CATUR di seluruh Kabupaten Ngawi yang berminat mengembangkan olah raga Catur, dapat latihan bersama GRATIS di sekretariat Percasi Kab. Ngawi Jl. Jend. Sutoyo no. 14 b Ngawi atau hubungi : 0351-7785199, 081335561333. Percasi Kabupaten Ngawi mengadakan latihan bersama setiap bulan sekali pada minggu pertama dengan tempat berpindah-pindah sesuai dengan kesepakatan. Juga disediakan komputer/Laptop untuk latihan Catur dengan program Fritz 8 yang sangat bagus. Ayo bergabung di PERCASI Kabupaten Ngawi!!!!!

Selasa, 19 Mei 2009

UJIAN NASIONAL

UJIAN NASIONAL SMP DAN SMA 2009
Sungguh sangat disayangkan. Ada 16 Kepala Sekolah SMA mencuri naskah soal UAN 2009 di Bengkulu Selatan. Sungguh sangat memalukan. Bagaimana kepercayaan dunia pendidikan dapat dibangun kalau setiap tahun setiap ada UAN selalu ada pelanggaran dan penyimpangan seperti contoh di atas? Sejak beberapa tahun yang lalu, setiap pelaksanaan UAN SMP dan SMA selalu melibatkan POLISI dalam pengamanan naskah soal ujian. Hal ini menandakan sudah tidak ada kepercayaan lagi terhadap insan pendidikan untuk menyelenggarakan Ujian Akhir Nasional. Dengan standar kelulusan nilai rata-rata 5,5 membuat semua Kepala Sekolah dan Guru sangat-sangat kawatir banyak siswanya yang tidak lulus. Hal ini menyebabkan KS dan Guru berusaha dengan segala macam cara untuk membantu siswanya agar bisa lulus semua. Dengan kondisi seperti itu sangat memungkinkan untuk melakukan kecurangan-kecurangan dengan berbagai macam modus operandi yang dapat dilakukan. Berdasarkan gambaran kondisi seperti tersebut, dari titik awal mana kita harus membenahi sistem pendidikan kita? Apa yang dapat dan harus dilakukan oleh insan-insan pendidikan agar tumbuh kepercayaan untuk dapat menyelenggarakan UAN dengan penuh sportivitas dan penuh tanggung jawab serta dapat dipertanggungjawabkan?
Siapa yang harus mengawali membenahi sistem yang sudah terlanjur berantakan ini? Para pakar pendidikan mestinya duduk pada satu meja untuk merumuskan sistem penyelenggaraan Ujian Akhir Nasional dengan memberdayakan semua insan pendidikan tanpa melibatkan pihak luar. Hal ini sangat penting untuk menumbuhkan kepercayaan terhadap insan pendidikan. Jangan sampai ada anggapan bahwa dunia pendidikan kita amburadul alias tidak tertata dengan baik. Apabila anda mempunyai solusi terbaik, mohon berkenan mengemukakan dalam kolom komentar!!!!!

Sabtu, 21 Maret 2009

TEORI BELAJAR

Guru/Dosen dan Teori Belajar/Teori Instruksional
Pendidik atau guru dan dosen harus memahami teori belajar dan teori instruksional. Teori belajar lebih bersifat deskriptif dalam membicarakan proses belajar. Teori belajar merupakan konsep dan prinsip-prinsip yang bersifat teoritis dan telah diuji kebenarannya melalui eksperimen. Sedangkan teori instruksional lebih bersifat preskriptif dan menerangkan apa yang seharusnya dilaksanakan untuk memecahkan masalah-masalah praktis di dunia pendidikan.
Teori belajar merupakan teori yang erat hubungannya dengan proses belajar mengajar. Pertanyaan-pertanyaan yang sering timbul sehubungan dengan proses belajar mengajar adalah antara lain : Bagaimana pengaruh faktor umur, inteligensi, bakat, kepribadian, kedewasaan, motivasi siswa terhadap kemampuan belajar? Apakah manfaat pemberian dorongan, penguatan, imbalan, insentif, dan hukuman di dalam proses belajar?
Lindgren (1976) mengatakan perlunya seorang guru/dosen memahami teori belajar dengan alasan sebagai berikut :
1. Teori ini membantu dosen untuk memahami proses belajar yang terjadi di dalam diri mahasiswa.
2. Dosen dapat mengerti kondisi dan faktor yang mempengaruhi proses belajar
3. Memungkinkan dosen melakukan prediksi yang akurat tentang hasil yang dapat diharapkan.
4. Merupakan sumber hipotesis tentang proses belajar yang dapat diuji kebenarannya melalui eksperimen, sehingga dapat meningkatkan pengertian seseorang tentang proses belajar mengajar.
5. Untuk meningkatkan penampilannya sebagai seorang pengajar yang efektif.
1
A. Teori Belajar
Teori belajar dapat dikelompokkan menjadi empat kelompok yaitu : (1) Behaviorisme, (2) Kognitivisme, (3) Teori belajar berdasarkan Psikologi Sosial, dan (4) Teori belajar Gagne.
1. Behaviorisme
Menurut teori ini belajar merupakan perubahan tingkah laku yang terjadi berdasarkan paradigm S-R (Stimulus-Respons), yaitu suatu proses yang memberikan respons tertentu terhadap yang datang dari luar.
Proses S-R ini terdiri dari unsur :
a. Dorongan atau drive, mahasiswa merasakan adanya kebutuhan dan terdorong untuk memenuhi kebutuhan ini.
b. Rangsangan atau Stimulus, yaitu kepada mahasiswa diberikan stimulus yang selanjutnya akan dapat menyebabkannya memberikan respon.
c. Respon, mahasiswa memberikan suatu reaksi (respons) terhadap stimulus yang diterianya dengan melakukan suatu tindakan yang dapat dilihat.
d. Penguatan atau Reinforcement, yang perlu diberikan kepada mahasiswa agar ia merasakan adanya kebutuhan untuk memberikan respons lagi.
Behaviorisme menekankan pada apa yang dapat dilihat yaitu tingkah laku, serta tidak memperhatikan apa yang terjadi di dalam pikiran karena tidak dapat dilihat. Dengan demikian proses belajar menurut behaviorisme lebih diangap sebagai suatu proses yang bersifat mekanistik dan otomatis tanpa membicarakan apa yang terjadi selama di dalam diri mahasiswa yang belajar. Tokoh yang pertama kali menerangkan hubungan S-R ini adalah Thorndike

Beberapa teori belajar Behaviorisme yang terkenal adalah :
1). Classical conditioning (Pavlov).
Teori ini didasarkan atas reaksi sistem tak terkontrol di dalam diri seseorang dan reaksi emosional yang dikontrol oleh sistem urat syaraf otonom serta gerak refleks setelah menerima stimulus dari luar. Hubungan Stimulus dan respon dapat berupa refleks. Pembentukan respon terkondisi pada umumnya bersifat gradual.
2
Makin banyak diberikan stimulus terkondisi bersama-sama dengan stimulus tanpa kondisi, makin mantaplah respon terkondisi yang terbentuk, sampai pada suatu ketika tanpa adanya stimulus tanpa kondisi pun akan terbentuk respon terkondisi yang diharapkan.
2). Operant Conditioning (Skinner)
Teori ini menyatakan bahwa setiap kali memperoleh stimulus, maka seseorang akan memberikan respon berdasarkan hubungan S-R. Respon yang diberikan dapat sesuai (benar) atau tidak sesuai (salah) dengan apa yang diharapkan. Respon yang benar perlu dberikan penguatan (reinforcement) agar orang ingin melakukannya kembali.
Penguatan dapat diberikan secara kontinyu ataupun selang seling.
Kesimpulan dari percobaan Skinner adalah :
a). Tiap langkah dalam proses belajar dibuat pendek-pendek, berdasarkan tingkah laku yang pernah dipelajarinya.
b). Pada permulaan belajar perlu adanya penguatan atau imbalan.
c). Penguatan harus diberikan secepat mungkin begitu ada respon yang benar.
d). Individu yang belajar perlu diberi kesempatan untuk mengadakan generalisasi dan diskriminasi stimuli yang diteria karena hal ini akan memperbesar kemungkinan adanya keberhasilan.
Penguatan positif yaitu setiap stimulus yang keberadaannya dapat memantapkan respon yang diberikan, sedang penguatan negatif yaitu semua stimulus yang perlu dihilangkan untuk memantapkan respon yang diberikan. Apabila ada stimulus memantapkan respon yang diberikan dinamakan penguatan, sedang sebaliknya adanya stimulus yang melemahkan atau menghilangkan respon yang diberikan disebut hukuman.
Prinsip-prinsip teori Behaviorisme adalah :
a. Proses belajar dapat terjadi dengan baik apabila mahasiswa ikut berpartisipasi secara aktif di dalamnya.
b. Materi pelajaran dibentuk dalam bentuk unit-unit kecil dan diatur berdasarkan urutan yang logis.
c. Tiap-tiap respon perlu diberikan umpan balik secara langsung.
d. Setiap respon yang benar diberikan penguatan.
Contoh penerapan teori Behaviorisme adalah Pengajaran Terprogram, prinsip belajar tuntas, paket belajar mandiri dari komputer, dan lain-lain.
Kritik terhadap teori Behaviorisme adalah :
3
1). Apakah hasil percobaan terhadap binatang juga dapat diterapkan pada manusia?
2). Apakah hasil penelitian di Laboratorium akan relevan dengan situasi belajar yang sesungguhnya?
3). Apakah faktor sosial juga diperhatikan dalam penelitian di Laboratorium?
4). Bagaimana dengan pengalaman yang diperoleh siswa sebelumnya?

2. Kognitivisme
Kognitivisme sering disebut dengan model kognitif atau perceptual. Di dalam teori ini tingkah laku seseorang ditentukan oleh persepsi serta pemahamannya tentang situasi yang berhubungan dengan tujuan-tujuannya. Menurut teori ini belajar adalah perubahan dan pemahaman yang tidak selalu dapat dilihat dalam bentuk tingkah laku. Belajar merupakan proses internal yang mencakup ingatan, retensi, pengolahan informasi, emosi, dan faktor-faktor lain. Proses belajar mencakup pengaturan stimulus yang diterima dan menyesuaikannya dengan struktur kognitif yang terbentuk di dalam pikiran seseorang berdasarkan pengalaman sebelumnya.
Teori belajar yang didasarkan pada Kognitivisme yang sering dipakai dalam proses belajar mengajar adalah :
a. Teori Perkembangan Piaget
Perkembangan kognitif merupakan proses genetik yang didasarkan atas mekanisme biologis yaitu perkembangan sistem syaraf. Makin bertambah umur, makin komplekslah susunan sel syaraf dan makin meningkat pula kemampuannya.
Semakin dewasa seseorang menyebabkan perubahan kualitatif dalam struktur kognitifnya. Apabila menerima informasi baru, maka akan dimodifikasi sehinga cocok dengan struktur kognitifnya, yang disebut proses Asimilasi. Sebaliknya apabila struktur kognitifnya yang harus disesuaikan dengan informasi yang diterima disebut Akomodasi. Jadi asimilasi dan akomodasi akan terjadi apabila seseorang mengalami konflik kognitif atau ketidakseimbangan antara apa yang telah diketahui dengan apa yang dilihat atau dialaminya sekarang. Adaptasi akan terjadi apabila telah terdapat keseimbangan struktur kognitif. Tugas dosen adalah menyajikan materi yang haraus dipelajari mahasiswa sedemikian rupa sehingga menyebabkan adanya ketidakseimbangan kognitif pada diri mahasiswa. Dengan demikian mahasiswa akan berusaha untuk mengadaptasi informasi baru ke struktur kognitif yang telah ada.

4
Terdapat empat jenjang secara hirarkis dalam perkembangan kognitif seseorang yaitu : (1) Jenjang Sensorimotorik yang bersifat eksternal, (2) preoperasional, (3) Operasional konkrit, (4) Jenjang formal. Mahasiswa berada pada jenjang formal, sehingga mampu untuk berpikir abstrak/mengadakan penalaran.
Kelemahan-kelamahan teori Piaget adalah :
a). Belajar individual tidak dapat dialaksanakan karena untuk belajar mandiri diperlukan kemampuan kognitif yang lengkap dan kompleks yang tidak dapat diuraikan dalam jenajng-jenjang.
b). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketrampilan kognitif tingkat tinggi dapat dicapai oleh anak-anak yang belum mencapai umur yang sesuai dengan jenjang di teori Piaget.
c). Sebaliknya hasil penelitian menunjukkan bahwa banyakorang yang tidak mencapai tahap formal tanpa adanya manipulasi hal-hal yang bersifat konkrit.
d). Ketrampilan ternyata lebih baik dipelajari melalui urutan, bukan berdasarkan tahap umur.

b. Teori Kognitif Bruner
Perkembangan kognitif menekankan pada adanya pengaruh kebudayaan terhadap tingkah laku seseorang. Piaget mengatakan bahwa perkembangan kognitif menyebabkan perkembangan bahasa seseorang, sebaliknya Bruner menyatakan bahwa perkembangan bahasa besar pengaruhnya terhadap perkembangan kognitif.
Perkembangan kognitif melalui 3 tahap yaitu : (1) enaktif, dimana individu melakukan aktivitas dalam usahanya memahami lingkungan, (2) ikonik, dimana ia melihat dunia melalui gambar-gambar dan visualisasi verbal, (3) simbolik, dimana ia mempunyai gagasan-gagasan abstrak yang banyak dipengaruhi bahasa dan logika. Main dewasa seseorang makin dominan sistem simbolnya, yang berarti sudah tidak lagi memakai sistem ikonik dan enaktif.
Untuk mengajar sesuatu tidak perlu ditunggu sampai anak mencapai suatu tahap perkembangan tertentu. Apabila bahan yang dierikan diatur dengan baik, maka individu dapat belajar meskipun umurnya belum memadai. Dengan perkataan lain perkembangan kognitif seseorang dapat ditingkatkan dengan jalan mengatur bahan yang akan dipelajari dan menyajikannya sesuai dengan tingkat perkembangannya. Penerapan teori Bruner ini di dunia pendidikan disebut Kurikulum Spiral, dimana suatu subyek diberikan mulai dari
5
Sekolah Dasar sampai ke perguruan tinggi dengan menyajikan materi yang sama tetapi tingkat kesukaran berbeda. Materi disesuaikan dengan tingkat perkembangan kognitif siswa yang belajar. (Misalnya pelajaran Fisika dari SD sampai perguruan tinggi).
Kesimpulan dari prinsip teori Bruner adalah :
1) Makin tinggi perkembangan tingkat intelektual, makin meningkat pula ketidak tergantungan individu terhadap stimulus yang diberikan.
2) Pertumbuhan seseorang tergantung pada perkembangan kemampuan internal untuk menyimpan dan memproses informasi.
3) Perkembangan intelektual meliputi peningkatan kemampuan untuk mengutarakan pendapat dan gagasan melalui symbol.
4) Untuk mengembangkan kognitif seseorang diperlukan interaksi yang sistematik antara pengajar dan yang diajar.
5) Perkembangan kognitif meningkatkan kemampuan seseorang untuk memikirkan beberapa alternatif secara serentak, memberikan perhatian kepada beberapa stiluli dan situasi sekaligus, serta melakukan kegiatan-kegiatan.
Cara terbaik untuk belajar adalah memahami konsep, arti, dan hubungan melalui proses intuitif untuk akhirnya sampai pada suatu kesimpulan (Discovery learning).

c. Teori Belajar Bermakna Ausubel
Materi yang dipelajari diasimilasikan dan dihubungkan dengan pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya. Belajar seharusnya merupakan apa yang disebut asimilasi bermakna. Untuk itu diperlukan dua persyaratan : (1) materi yang secara potensial bermakna, dan dipilih serta diatur oleh dosen dan harus sesuai dengan tingkat perkembangan serta pengalaman masa lalu, (2) Suatu situasi belajar yang bermakna. Faktor motivasional memegang peranan penting disini.
Langkah-langkah pembelajaran menurut teori Ausubel adalah :
1). Mengukur kesiapan mahasiswa (minat, kemampuan, struktur kognitif) melalui test awal, interview, review, pertanyaan dan lain teknik.
2). Memilih materi dan mengaturnya dalam bentuk penyajian konsep kunci-kunci, mulai dengan contoh konkrit, controversial atau yang sifatnya aneh/tidak biasa.
3). Mengidentifikasi prinsip-prinsip yang harus dikuasi dari materi baru itu.
4). Menyajikan suatu pandangan secara menyeluruh tentang apa yang harus dipelajari.
5). Memakai advance organizers.
6
6). Mengajar mahasiswa memahami konsep-konsep dan prinsip-prinsip yang ada, dengan memberikan focus pada hubungan-hubungan yang ada.
Prinsip Kognitivisme yang banyak dipakai dalam perancangan sistem instruksional adalah sebagai berikut :
a). Mahasiswa akan lebih mampu mengingat dan memahami sesuatu apabila pelajaran disusun berdasarkan pola dan logika tertentu.
b). Penyusunan materi pelajaran harus dari sederhana ke kompleks.
c). Belajar dengan memahami lebih baik dari pada hanya dengan menghafal tenpa pengertian penyajian.
d). Adanya perbedaan individual pada mahasisa perlu diperhatikan karena faktor ini sangat mempengaruhi proses belajarnya.


3. Teori Belajar Berdasarkan Psikologi Sosial
Untuk mengatasi kritik dari penerapan Behaviorisme dan Kognitivisme, maka dipakailah prinsip teori psikologi, yaitu teori kepribadian dan psikologi sosial. Belajar pada dasarnya merupakan prose salami.Setiap orang mempunyai kebutuhan dan tujuan yang merupakan motivator penting untuk proses belajarnya.
Proses belajar merupakan proses yang terjadi melalui interaksi-interaksi sosial baik searah maupun dua arah.
Di dunia pendidikan memang terlihat bahwa suasana kelompok elajar, adanya persaingan dan kerjasama, kebebasan atau perasaan terkekang, nilai-nilai yang dianut kelompok. Semua faktor ini sangat mempengaruhi baik keerhasilan maupun kepuasan orang yang belajar. Proses belajar dengan mengkutsertakan emosi dan perasaan mahasiswa ternyata akan memberikan hasil yang lebh baik dibandingkan dengan hanya memanipulasi stimuli dari luar saja.

4. Teori Belajar Gagne
Teori belajar yang disusun Gagne merupakan perpaduan yang seimbang antara behaviorisme dan kognitivisme, yang berpangkal pada teori proses informasi. Cara berpikir seseorang tergantung pada : 1) ketrampilan apa yang telah dipunyainya, 2) ketrampilan serta hirarki apa yang diperlukan untuk mempelajari suatu tugas.


Gagne menyebutkan adanya lima macam hasil belajar yaitu :
a. Ketrampilan intelektual atau pengetahuan prosedural yang diperoleh melalui materi yang disajikan di sekolah.
b. Strategi kognitif yaitu kemampuan untuk memecahkan masalah baru dengan jalan mengatur proses internal.
c. Informasi verbal yaitu kemampuan untuk mendeskripsikan sesuatu dengan kata-kata dengan jalan mengatur informasi yang relevan.
d. Ketrampilan motorik yaitu kemampuan untuk melaksanakan dan mengkoordinasikan gerakan-gerakan yang berhubungan dengan otot.
e. Sikap, yaitu kemampuan intern yang mempengaruhi tingkah laku seseorang dan didasari oleh emosi kepercayaan serta faktor intelektual.
Menurut Gagne belajar tidak merupakan sesuatu yang terjadi secara alamiah, tetapi hanya akan terjadi dengan adanya kondisi tertentu, yaitu kondisi (1) internal yang antara lain menyangkut kesiapan mahasiswa dan apa yang telah dipelajari sebelumnya, (2) eksternal, yaitu yang merupakan situasi belajar dan penyajian stimuli yang secara sengaja diatur oleh dosen dengan tujuan memperlancar proses belajar.

Sumber Referensi :
Toeti Soekamto, Udin Saripudin Winataputra, 1996. Teori Belajar dan Model-model Pembelajaran. Depdikbud Jakarta : Dirjen Dikti.

Selasa, 20 Januari 2009

BACALAH

IQRO'

IQRO' Bismirobbikalladzikholaq
BACALAH Atas Nama Tuhanmu yang Menciptakan
Ayat Al Qur'an yang pertama kali adalah Iqro'
Iqro' adalah perintah Allah swt kepada manusia untuk membaca.
Didalam membaca semua yang ada di dunia ini dengan Atas Nama Allah.
Nama Allah swt ada dalam Asmaul Husna yang jumlahnya 99 Nama.
Artinya dalam setiap membaca atas dunia seisinya ini di dalamnya terkandung Asma Allah. Di dalam membaca apa saja di situ terkandung Rohman, terkandung Rohim, terkandung Malik, terkandung Qudus, terkandung Salam sampai yang ke 99 terkandung Shobur. Di dalam setiap Asma Allah terkandung nikmat. Berarti setiap kita membaca dunia seisinya terkandung 99 jenis nikmat dari Allah swt.
Bagi hamba Allah yang sholeh dan sholehah akan membaca setiap amanah/perintah dengan Atas Namanya. Dalam setiap amanah/perintah dari Allah swt terkandung 99 macam nikmat.
Tergantung dari kemampuan setiap manusia untuk membaca Atas Namanya.
Semoga kita selalu diberikan petunjuk (Al Hadi) oleh Allah swt dalam setiap membaca dunia seisinya ini. Amin

haryonohadisp.