Buku sebagai sumber ilmu, bacalah!

Semakin banyak membaca, semakin banyak ilmu yang didapat

Teruslah belajar

Dunia itu kecil jika kita berilmu

Learning!

Jelajahi ilmu hingga ke seluruh pelosok dunia

Ilmu padi

Semakin tua, semakin berisi, semakin merunduk

Tata surya

Filosofi belajar sepanjang hayat

Minggu, 18 Oktober 2009

PEKERTI

Assalamu'alaikum wr wb.
Pembaca yang budiman
PEKERTI adalah Pelatihan Peningkatan Ketrampilan Dasar Teknik Instruksional merupakan suatu bentuk pelatihan yang ditujukan kepada para Dosen Muda untuk meningkatkan kompetensi profesionalismenya. Masih banyak dosen muda khususnya yang bukan berasal dari Alumni Kependidikan, mengalami kesulitan dan kendala dalam mengembangkan Teknik Instruksionalnya dalam proses perkuliahan. Untuk itu sangat diperlukan pelatihan Pekerti ini dalam rangka meningkatkan kompetensi profesional dosen muda. Setelah pelatihan Pekerti dilanjutkan dengan Pelatihan Program AA yaitu program Applied Approach (AA)yang lebih banyak mengarah kepada aplikasi dari teknik instruksional dalam proses perkuliahan. Bagi dosen yang sudah menempuh atau mengikuti pelatihan Pekerti dan AA diharapkan dapat memberikan pelayanan yang maksimal dan pelayanan yang terbaik kepada seluruh mahasiswa dalam proses perkuliahannya. Dengan demikian akan berdampak positif terhadap peningkatan prestasi belajar mahasiswa.
Sekian terima kasih
Salam Edukasi
Wassalamu'alaikum wr wb.

Haryono, M.Pd.

Kamis, 10 September 2009

WISUDA PASCASARJANA


Fotoku saat di wisuda oleh Bapak Rektor UNS 3 September 2009



Album Kenangan (Istriku) saat di Wisuda oleh Bapak Rektor UNS Solo

Alhamdulillahirobbi'alamin
Puji Syukur ke hadirat Allah swt atas semua limpahan berkat dan nikmat-Nya. Menjadi dambaan setiap mahasiswa yang masih kuliah untuk mengikuti Wisuda, apalagi bagi mahasiswa yang sudah tua seperti saya dan nyonya.
Pada hari Kamis tanggal 3 September 2009 merupakan hari Bahagia bagi kami sekeluarga, karena pada hari itu Saya dan Nyonya di Wisuda oleh Rektor UNS Solo, telah LULUS S2 Prodi TP dengan IPK 3,90 (Lulus dengan Pujian/Cumloude). Merupakan kebanggaan bagi kami berdua dapat lulus dengan predikat Cumloude. Selain menerima Ijazah S2 juga menerima Sertifikat/Tanda Penghargaan Lulus dengan Pujian dan juga menerima Souvenir cantik dari Bapak Rektor. Mohon do'a restu dari para pembaca semuanya, mudah-mudahan ilmu kami bermafaat. Amin

Kamis, 23 Juli 2009

CERDAS CERMAT CERDIK PANDAI

CERDAS artinya mempunyai kemampuan intelektual yang dapat menyimpan banyak memory, sehingga mudah mengingat kembali saat ilmu itu dibutuhkan.
CERMAT artinya mempunyai kemampuan untuk melakukan suatu perbuatan dengan teliti dan terperinci (urutan yang baik dan logis). Orang yang cerdas belum tentu cermat, tetapi orang cermat sudah otomatis dia cerdas.
CERDIK artinya mempunyai kemampuan pemilihan strategi yang jitu dalam merencanakan maupun melaksanakan suatu perbuatan.
PANDAI artinya mempunyai kemampuan berkomunikasi dan mengkomunikasikan ide-idenya dengan sopan dan santun sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapinya.
Orang cerdik belum tentu pandai, tetapi orang yang pandai sudah otomatis dia cerdik. Orang yang yang mempunyai kemampuan CERDAS CERMAT CERDIK PANDAI merupakan Hamba Allah SWT yang Sholeh atau Sholehah. Dia akan selalu berbuat dengan KEJUJURAN dan terhindar dari KEBOHONGAN. Dia akan berbuat yang paling TEPAT dan TERBAIK setiap saat. Kalau semua orang Indonesia mempunyai kemampuan seperti di atas, NGGAK ADA KORUPTOR dhong!!!!! Terus gimana????? Yang jelas mulailah dari DIRI SENDIRI, dari yang paling sederhana, dan dari yang paling mudah. SEMOGA kita termasuk HAMBA ALLAH SWT yang SHOLEH dan SHOLEHAH. Amin amin ya robbal alamin.

KEJUJURAN

KEJUJURAN adalah lawan dari KEBOHONGAN. Orang yang bohong berarti tidak Jujur. Orang yang Jujur berarti tidak bohong. Begitu banyak faktor yang menyebabkan seseorang berbohong, dan begitu banyak makna pada Kejujuran yang dilakukan oleh seseorang. Kebohongan merupakan benih GEJALA SAKIT KEJIWAAN. Orang yang sering berbohong mendekati gangguan kejiwaan atau mendekati Sakit jiwa. Artinya dengan banyak berbohong dapat menyebabkan gejala sakit jiwa yang akhirnya dapat menderita sakit jiwa beneran. Masak iya sih????? Hiii serem!!!!! Dengan berbohong dapat mengakibatkan orang lain sengsara, diri sendiri sengsara, atau bahkan sebaliknya yaitu dengan kebohongan itu membuat orang lain merasa senang, dapat mebuat diri sendiri merasa puas dan bangga tapi sesaat. Kebohongan membawa sengsara, menimbulkan kegelisahan. Dampak lebih lanjut dari kebohongan adalah laknat (neraka) dan malapetaka. Dosa yang harus ditanggung dunia akherat. Itulah yang terberat!!!!! Naudzubillahi mingdalik!!!!! Apakah Anda masih suka berbohong????? atau kadang-kadang berbohong????? atau nggak pernah berbohong sama sekali?????
Bagaimana menurut pendapat ANDA?????

Minggu, 12 Juli 2009

UJIAN TESIS

Puji syukur ke hadirat Allah swt, atas segala berkat dan nikmatnya.
Alhamdulillahi robbil'alamin
1. Aku telah Lulus Ujian Tesis pada 9 Juli 2009 dengan nilai yang sangat memuaskan yaitu dengan IP = 3,90 merupakan prestasi yang fantastis.
2. Istriku telah Lulus Ujian Tesis pada 26 Mei 2009 dengan nilai yang sangat memuaskan yaitu IP = 3,76.
Rencananya Wisuda akan diselenggarakan pada : 3 September 2009.
Terima kasih kepada semua fihak yang telah membantu kami dalam menyelesaikan studi ini.
Gelar Magister Pendidikan (M.Pd.) sebentar lagi menjadi kenyataan.
Untuk Anak-anakku tersayang, contohlah Bapak dan Ibumu, walaupun sudah tua masih mampu untuk berprestasi dalam studi.
Semoga Allah swt selalu memberikan ridhonya kepada kita semua. Amin amin ya robbal 'alamin.

Minggu, 28 Juni 2009

CATUR ITU NIKMAT


CATUR SIMULTAN DENGAN GRAND MASTER UTUT ADIANTO
Pertandingan Catur simultan diadakan di Pakuwon Mall Surabaya. Utut Adianto melawan 50 pecatur dari seluruh Jawa Timur. Dari 50 lawan tersebut hanya ada 2 orang yang MENANG dan 5 orang DRAW/REMIS. Diantara 5 orang yang REMIS tersebut termasuk penulis. Gambar di samping adalah saat penulis menerima hadiah dari Utut Adianto. Berarti ada 43 orang yang kalah. Pertandingan berlangsung sekitar 5 jam nonstop. Bagi yang menang dan Remis memperoleh hadiah dari Utut Adianto. Lumayan!!!!! Bagi penggemar olah raga CATUR di seluruh Kabupaten Ngawi yang berminat mengembangkan olah raga Catur, dapat latihan bersama GRATIS di sekretariat Percasi Kab. Ngawi Jl. Jend. Sutoyo no. 14 b Ngawi atau hubungi : 0351-7785199, 081335561333. Percasi Kabupaten Ngawi mengadakan latihan bersama setiap bulan sekali pada minggu pertama dengan tempat berpindah-pindah sesuai dengan kesepakatan. Juga disediakan komputer/Laptop untuk latihan Catur dengan program Fritz 8 yang sangat bagus. Ayo bergabung di PERCASI Kabupaten Ngawi!!!!!

Selasa, 19 Mei 2009

UJIAN NASIONAL

UJIAN NASIONAL SMP DAN SMA 2009
Sungguh sangat disayangkan. Ada 16 Kepala Sekolah SMA mencuri naskah soal UAN 2009 di Bengkulu Selatan. Sungguh sangat memalukan. Bagaimana kepercayaan dunia pendidikan dapat dibangun kalau setiap tahun setiap ada UAN selalu ada pelanggaran dan penyimpangan seperti contoh di atas? Sejak beberapa tahun yang lalu, setiap pelaksanaan UAN SMP dan SMA selalu melibatkan POLISI dalam pengamanan naskah soal ujian. Hal ini menandakan sudah tidak ada kepercayaan lagi terhadap insan pendidikan untuk menyelenggarakan Ujian Akhir Nasional. Dengan standar kelulusan nilai rata-rata 5,5 membuat semua Kepala Sekolah dan Guru sangat-sangat kawatir banyak siswanya yang tidak lulus. Hal ini menyebabkan KS dan Guru berusaha dengan segala macam cara untuk membantu siswanya agar bisa lulus semua. Dengan kondisi seperti itu sangat memungkinkan untuk melakukan kecurangan-kecurangan dengan berbagai macam modus operandi yang dapat dilakukan. Berdasarkan gambaran kondisi seperti tersebut, dari titik awal mana kita harus membenahi sistem pendidikan kita? Apa yang dapat dan harus dilakukan oleh insan-insan pendidikan agar tumbuh kepercayaan untuk dapat menyelenggarakan UAN dengan penuh sportivitas dan penuh tanggung jawab serta dapat dipertanggungjawabkan?
Siapa yang harus mengawali membenahi sistem yang sudah terlanjur berantakan ini? Para pakar pendidikan mestinya duduk pada satu meja untuk merumuskan sistem penyelenggaraan Ujian Akhir Nasional dengan memberdayakan semua insan pendidikan tanpa melibatkan pihak luar. Hal ini sangat penting untuk menumbuhkan kepercayaan terhadap insan pendidikan. Jangan sampai ada anggapan bahwa dunia pendidikan kita amburadul alias tidak tertata dengan baik. Apabila anda mempunyai solusi terbaik, mohon berkenan mengemukakan dalam kolom komentar!!!!!

Sabtu, 21 Maret 2009

TEORI BELAJAR

Guru/Dosen dan Teori Belajar/Teori Instruksional
Pendidik atau guru dan dosen harus memahami teori belajar dan teori instruksional. Teori belajar lebih bersifat deskriptif dalam membicarakan proses belajar. Teori belajar merupakan konsep dan prinsip-prinsip yang bersifat teoritis dan telah diuji kebenarannya melalui eksperimen. Sedangkan teori instruksional lebih bersifat preskriptif dan menerangkan apa yang seharusnya dilaksanakan untuk memecahkan masalah-masalah praktis di dunia pendidikan.
Teori belajar merupakan teori yang erat hubungannya dengan proses belajar mengajar. Pertanyaan-pertanyaan yang sering timbul sehubungan dengan proses belajar mengajar adalah antara lain : Bagaimana pengaruh faktor umur, inteligensi, bakat, kepribadian, kedewasaan, motivasi siswa terhadap kemampuan belajar? Apakah manfaat pemberian dorongan, penguatan, imbalan, insentif, dan hukuman di dalam proses belajar?
Lindgren (1976) mengatakan perlunya seorang guru/dosen memahami teori belajar dengan alasan sebagai berikut :
1. Teori ini membantu dosen untuk memahami proses belajar yang terjadi di dalam diri mahasiswa.
2. Dosen dapat mengerti kondisi dan faktor yang mempengaruhi proses belajar
3. Memungkinkan dosen melakukan prediksi yang akurat tentang hasil yang dapat diharapkan.
4. Merupakan sumber hipotesis tentang proses belajar yang dapat diuji kebenarannya melalui eksperimen, sehingga dapat meningkatkan pengertian seseorang tentang proses belajar mengajar.
5. Untuk meningkatkan penampilannya sebagai seorang pengajar yang efektif.
1
A. Teori Belajar
Teori belajar dapat dikelompokkan menjadi empat kelompok yaitu : (1) Behaviorisme, (2) Kognitivisme, (3) Teori belajar berdasarkan Psikologi Sosial, dan (4) Teori belajar Gagne.
1. Behaviorisme
Menurut teori ini belajar merupakan perubahan tingkah laku yang terjadi berdasarkan paradigm S-R (Stimulus-Respons), yaitu suatu proses yang memberikan respons tertentu terhadap yang datang dari luar.
Proses S-R ini terdiri dari unsur :
a. Dorongan atau drive, mahasiswa merasakan adanya kebutuhan dan terdorong untuk memenuhi kebutuhan ini.
b. Rangsangan atau Stimulus, yaitu kepada mahasiswa diberikan stimulus yang selanjutnya akan dapat menyebabkannya memberikan respon.
c. Respon, mahasiswa memberikan suatu reaksi (respons) terhadap stimulus yang diterianya dengan melakukan suatu tindakan yang dapat dilihat.
d. Penguatan atau Reinforcement, yang perlu diberikan kepada mahasiswa agar ia merasakan adanya kebutuhan untuk memberikan respons lagi.
Behaviorisme menekankan pada apa yang dapat dilihat yaitu tingkah laku, serta tidak memperhatikan apa yang terjadi di dalam pikiran karena tidak dapat dilihat. Dengan demikian proses belajar menurut behaviorisme lebih diangap sebagai suatu proses yang bersifat mekanistik dan otomatis tanpa membicarakan apa yang terjadi selama di dalam diri mahasiswa yang belajar. Tokoh yang pertama kali menerangkan hubungan S-R ini adalah Thorndike

Beberapa teori belajar Behaviorisme yang terkenal adalah :
1). Classical conditioning (Pavlov).
Teori ini didasarkan atas reaksi sistem tak terkontrol di dalam diri seseorang dan reaksi emosional yang dikontrol oleh sistem urat syaraf otonom serta gerak refleks setelah menerima stimulus dari luar. Hubungan Stimulus dan respon dapat berupa refleks. Pembentukan respon terkondisi pada umumnya bersifat gradual.
2
Makin banyak diberikan stimulus terkondisi bersama-sama dengan stimulus tanpa kondisi, makin mantaplah respon terkondisi yang terbentuk, sampai pada suatu ketika tanpa adanya stimulus tanpa kondisi pun akan terbentuk respon terkondisi yang diharapkan.
2). Operant Conditioning (Skinner)
Teori ini menyatakan bahwa setiap kali memperoleh stimulus, maka seseorang akan memberikan respon berdasarkan hubungan S-R. Respon yang diberikan dapat sesuai (benar) atau tidak sesuai (salah) dengan apa yang diharapkan. Respon yang benar perlu dberikan penguatan (reinforcement) agar orang ingin melakukannya kembali.
Penguatan dapat diberikan secara kontinyu ataupun selang seling.
Kesimpulan dari percobaan Skinner adalah :
a). Tiap langkah dalam proses belajar dibuat pendek-pendek, berdasarkan tingkah laku yang pernah dipelajarinya.
b). Pada permulaan belajar perlu adanya penguatan atau imbalan.
c). Penguatan harus diberikan secepat mungkin begitu ada respon yang benar.
d). Individu yang belajar perlu diberi kesempatan untuk mengadakan generalisasi dan diskriminasi stimuli yang diteria karena hal ini akan memperbesar kemungkinan adanya keberhasilan.
Penguatan positif yaitu setiap stimulus yang keberadaannya dapat memantapkan respon yang diberikan, sedang penguatan negatif yaitu semua stimulus yang perlu dihilangkan untuk memantapkan respon yang diberikan. Apabila ada stimulus memantapkan respon yang diberikan dinamakan penguatan, sedang sebaliknya adanya stimulus yang melemahkan atau menghilangkan respon yang diberikan disebut hukuman.
Prinsip-prinsip teori Behaviorisme adalah :
a. Proses belajar dapat terjadi dengan baik apabila mahasiswa ikut berpartisipasi secara aktif di dalamnya.
b. Materi pelajaran dibentuk dalam bentuk unit-unit kecil dan diatur berdasarkan urutan yang logis.
c. Tiap-tiap respon perlu diberikan umpan balik secara langsung.
d. Setiap respon yang benar diberikan penguatan.
Contoh penerapan teori Behaviorisme adalah Pengajaran Terprogram, prinsip belajar tuntas, paket belajar mandiri dari komputer, dan lain-lain.
Kritik terhadap teori Behaviorisme adalah :
3
1). Apakah hasil percobaan terhadap binatang juga dapat diterapkan pada manusia?
2). Apakah hasil penelitian di Laboratorium akan relevan dengan situasi belajar yang sesungguhnya?
3). Apakah faktor sosial juga diperhatikan dalam penelitian di Laboratorium?
4). Bagaimana dengan pengalaman yang diperoleh siswa sebelumnya?

2. Kognitivisme
Kognitivisme sering disebut dengan model kognitif atau perceptual. Di dalam teori ini tingkah laku seseorang ditentukan oleh persepsi serta pemahamannya tentang situasi yang berhubungan dengan tujuan-tujuannya. Menurut teori ini belajar adalah perubahan dan pemahaman yang tidak selalu dapat dilihat dalam bentuk tingkah laku. Belajar merupakan proses internal yang mencakup ingatan, retensi, pengolahan informasi, emosi, dan faktor-faktor lain. Proses belajar mencakup pengaturan stimulus yang diterima dan menyesuaikannya dengan struktur kognitif yang terbentuk di dalam pikiran seseorang berdasarkan pengalaman sebelumnya.
Teori belajar yang didasarkan pada Kognitivisme yang sering dipakai dalam proses belajar mengajar adalah :
a. Teori Perkembangan Piaget
Perkembangan kognitif merupakan proses genetik yang didasarkan atas mekanisme biologis yaitu perkembangan sistem syaraf. Makin bertambah umur, makin komplekslah susunan sel syaraf dan makin meningkat pula kemampuannya.
Semakin dewasa seseorang menyebabkan perubahan kualitatif dalam struktur kognitifnya. Apabila menerima informasi baru, maka akan dimodifikasi sehinga cocok dengan struktur kognitifnya, yang disebut proses Asimilasi. Sebaliknya apabila struktur kognitifnya yang harus disesuaikan dengan informasi yang diterima disebut Akomodasi. Jadi asimilasi dan akomodasi akan terjadi apabila seseorang mengalami konflik kognitif atau ketidakseimbangan antara apa yang telah diketahui dengan apa yang dilihat atau dialaminya sekarang. Adaptasi akan terjadi apabila telah terdapat keseimbangan struktur kognitif. Tugas dosen adalah menyajikan materi yang haraus dipelajari mahasiswa sedemikian rupa sehingga menyebabkan adanya ketidakseimbangan kognitif pada diri mahasiswa. Dengan demikian mahasiswa akan berusaha untuk mengadaptasi informasi baru ke struktur kognitif yang telah ada.

4
Terdapat empat jenjang secara hirarkis dalam perkembangan kognitif seseorang yaitu : (1) Jenjang Sensorimotorik yang bersifat eksternal, (2) preoperasional, (3) Operasional konkrit, (4) Jenjang formal. Mahasiswa berada pada jenjang formal, sehingga mampu untuk berpikir abstrak/mengadakan penalaran.
Kelemahan-kelamahan teori Piaget adalah :
a). Belajar individual tidak dapat dialaksanakan karena untuk belajar mandiri diperlukan kemampuan kognitif yang lengkap dan kompleks yang tidak dapat diuraikan dalam jenajng-jenjang.
b). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketrampilan kognitif tingkat tinggi dapat dicapai oleh anak-anak yang belum mencapai umur yang sesuai dengan jenjang di teori Piaget.
c). Sebaliknya hasil penelitian menunjukkan bahwa banyakorang yang tidak mencapai tahap formal tanpa adanya manipulasi hal-hal yang bersifat konkrit.
d). Ketrampilan ternyata lebih baik dipelajari melalui urutan, bukan berdasarkan tahap umur.

b. Teori Kognitif Bruner
Perkembangan kognitif menekankan pada adanya pengaruh kebudayaan terhadap tingkah laku seseorang. Piaget mengatakan bahwa perkembangan kognitif menyebabkan perkembangan bahasa seseorang, sebaliknya Bruner menyatakan bahwa perkembangan bahasa besar pengaruhnya terhadap perkembangan kognitif.
Perkembangan kognitif melalui 3 tahap yaitu : (1) enaktif, dimana individu melakukan aktivitas dalam usahanya memahami lingkungan, (2) ikonik, dimana ia melihat dunia melalui gambar-gambar dan visualisasi verbal, (3) simbolik, dimana ia mempunyai gagasan-gagasan abstrak yang banyak dipengaruhi bahasa dan logika. Main dewasa seseorang makin dominan sistem simbolnya, yang berarti sudah tidak lagi memakai sistem ikonik dan enaktif.
Untuk mengajar sesuatu tidak perlu ditunggu sampai anak mencapai suatu tahap perkembangan tertentu. Apabila bahan yang dierikan diatur dengan baik, maka individu dapat belajar meskipun umurnya belum memadai. Dengan perkataan lain perkembangan kognitif seseorang dapat ditingkatkan dengan jalan mengatur bahan yang akan dipelajari dan menyajikannya sesuai dengan tingkat perkembangannya. Penerapan teori Bruner ini di dunia pendidikan disebut Kurikulum Spiral, dimana suatu subyek diberikan mulai dari
5
Sekolah Dasar sampai ke perguruan tinggi dengan menyajikan materi yang sama tetapi tingkat kesukaran berbeda. Materi disesuaikan dengan tingkat perkembangan kognitif siswa yang belajar. (Misalnya pelajaran Fisika dari SD sampai perguruan tinggi).
Kesimpulan dari prinsip teori Bruner adalah :
1) Makin tinggi perkembangan tingkat intelektual, makin meningkat pula ketidak tergantungan individu terhadap stimulus yang diberikan.
2) Pertumbuhan seseorang tergantung pada perkembangan kemampuan internal untuk menyimpan dan memproses informasi.
3) Perkembangan intelektual meliputi peningkatan kemampuan untuk mengutarakan pendapat dan gagasan melalui symbol.
4) Untuk mengembangkan kognitif seseorang diperlukan interaksi yang sistematik antara pengajar dan yang diajar.
5) Perkembangan kognitif meningkatkan kemampuan seseorang untuk memikirkan beberapa alternatif secara serentak, memberikan perhatian kepada beberapa stiluli dan situasi sekaligus, serta melakukan kegiatan-kegiatan.
Cara terbaik untuk belajar adalah memahami konsep, arti, dan hubungan melalui proses intuitif untuk akhirnya sampai pada suatu kesimpulan (Discovery learning).

c. Teori Belajar Bermakna Ausubel
Materi yang dipelajari diasimilasikan dan dihubungkan dengan pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya. Belajar seharusnya merupakan apa yang disebut asimilasi bermakna. Untuk itu diperlukan dua persyaratan : (1) materi yang secara potensial bermakna, dan dipilih serta diatur oleh dosen dan harus sesuai dengan tingkat perkembangan serta pengalaman masa lalu, (2) Suatu situasi belajar yang bermakna. Faktor motivasional memegang peranan penting disini.
Langkah-langkah pembelajaran menurut teori Ausubel adalah :
1). Mengukur kesiapan mahasiswa (minat, kemampuan, struktur kognitif) melalui test awal, interview, review, pertanyaan dan lain teknik.
2). Memilih materi dan mengaturnya dalam bentuk penyajian konsep kunci-kunci, mulai dengan contoh konkrit, controversial atau yang sifatnya aneh/tidak biasa.
3). Mengidentifikasi prinsip-prinsip yang harus dikuasi dari materi baru itu.
4). Menyajikan suatu pandangan secara menyeluruh tentang apa yang harus dipelajari.
5). Memakai advance organizers.
6
6). Mengajar mahasiswa memahami konsep-konsep dan prinsip-prinsip yang ada, dengan memberikan focus pada hubungan-hubungan yang ada.
Prinsip Kognitivisme yang banyak dipakai dalam perancangan sistem instruksional adalah sebagai berikut :
a). Mahasiswa akan lebih mampu mengingat dan memahami sesuatu apabila pelajaran disusun berdasarkan pola dan logika tertentu.
b). Penyusunan materi pelajaran harus dari sederhana ke kompleks.
c). Belajar dengan memahami lebih baik dari pada hanya dengan menghafal tenpa pengertian penyajian.
d). Adanya perbedaan individual pada mahasisa perlu diperhatikan karena faktor ini sangat mempengaruhi proses belajarnya.


3. Teori Belajar Berdasarkan Psikologi Sosial
Untuk mengatasi kritik dari penerapan Behaviorisme dan Kognitivisme, maka dipakailah prinsip teori psikologi, yaitu teori kepribadian dan psikologi sosial. Belajar pada dasarnya merupakan prose salami.Setiap orang mempunyai kebutuhan dan tujuan yang merupakan motivator penting untuk proses belajarnya.
Proses belajar merupakan proses yang terjadi melalui interaksi-interaksi sosial baik searah maupun dua arah.
Di dunia pendidikan memang terlihat bahwa suasana kelompok elajar, adanya persaingan dan kerjasama, kebebasan atau perasaan terkekang, nilai-nilai yang dianut kelompok. Semua faktor ini sangat mempengaruhi baik keerhasilan maupun kepuasan orang yang belajar. Proses belajar dengan mengkutsertakan emosi dan perasaan mahasiswa ternyata akan memberikan hasil yang lebh baik dibandingkan dengan hanya memanipulasi stimuli dari luar saja.

4. Teori Belajar Gagne
Teori belajar yang disusun Gagne merupakan perpaduan yang seimbang antara behaviorisme dan kognitivisme, yang berpangkal pada teori proses informasi. Cara berpikir seseorang tergantung pada : 1) ketrampilan apa yang telah dipunyainya, 2) ketrampilan serta hirarki apa yang diperlukan untuk mempelajari suatu tugas.


Gagne menyebutkan adanya lima macam hasil belajar yaitu :
a. Ketrampilan intelektual atau pengetahuan prosedural yang diperoleh melalui materi yang disajikan di sekolah.
b. Strategi kognitif yaitu kemampuan untuk memecahkan masalah baru dengan jalan mengatur proses internal.
c. Informasi verbal yaitu kemampuan untuk mendeskripsikan sesuatu dengan kata-kata dengan jalan mengatur informasi yang relevan.
d. Ketrampilan motorik yaitu kemampuan untuk melaksanakan dan mengkoordinasikan gerakan-gerakan yang berhubungan dengan otot.
e. Sikap, yaitu kemampuan intern yang mempengaruhi tingkah laku seseorang dan didasari oleh emosi kepercayaan serta faktor intelektual.
Menurut Gagne belajar tidak merupakan sesuatu yang terjadi secara alamiah, tetapi hanya akan terjadi dengan adanya kondisi tertentu, yaitu kondisi (1) internal yang antara lain menyangkut kesiapan mahasiswa dan apa yang telah dipelajari sebelumnya, (2) eksternal, yaitu yang merupakan situasi belajar dan penyajian stimuli yang secara sengaja diatur oleh dosen dengan tujuan memperlancar proses belajar.

Sumber Referensi :
Toeti Soekamto, Udin Saripudin Winataputra, 1996. Teori Belajar dan Model-model Pembelajaran. Depdikbud Jakarta : Dirjen Dikti.

Selasa, 20 Januari 2009

BACALAH

IQRO'

IQRO' Bismirobbikalladzikholaq
BACALAH Atas Nama Tuhanmu yang Menciptakan
Ayat Al Qur'an yang pertama kali adalah Iqro'
Iqro' adalah perintah Allah swt kepada manusia untuk membaca.
Didalam membaca semua yang ada di dunia ini dengan Atas Nama Allah.
Nama Allah swt ada dalam Asmaul Husna yang jumlahnya 99 Nama.
Artinya dalam setiap membaca atas dunia seisinya ini di dalamnya terkandung Asma Allah. Di dalam membaca apa saja di situ terkandung Rohman, terkandung Rohim, terkandung Malik, terkandung Qudus, terkandung Salam sampai yang ke 99 terkandung Shobur. Di dalam setiap Asma Allah terkandung nikmat. Berarti setiap kita membaca dunia seisinya terkandung 99 jenis nikmat dari Allah swt.
Bagi hamba Allah yang sholeh dan sholehah akan membaca setiap amanah/perintah dengan Atas Namanya. Dalam setiap amanah/perintah dari Allah swt terkandung 99 macam nikmat.
Tergantung dari kemampuan setiap manusia untuk membaca Atas Namanya.
Semoga kita selalu diberikan petunjuk (Al Hadi) oleh Allah swt dalam setiap membaca dunia seisinya ini. Amin

haryonohadisp.

Senin, 19 Januari 2009

DI PERSIMPANGAN JALAN

DI PERSIMPANGAN

Di saat perahu melaju
Diterjang ombak yang menderu
Dihadang badai siap menyapu
Tersesat di ujung tak menentu

Harapan demi harapan
Terhampar bagai lembaran
Tertuang dalam angan-angan
Berujung dalam khayalan

Masing-masing tetap bertahan
Dalam posisi yang didambakan
Tak sanggup tuk dipaksakan
Menuju mahligai idaman

Akhirnya perahu terdampar
Di muara sungai yang lebar
Penumpang akhirnya keluar
Dengan hati yang berdebar

Itulah liku-liku kasih sayang
Dua insan yang gigih berjuang
Yang tak mungkin terpasang
Berakhir di PERSIMPANGAN

karya : haryonohadisp

EVALUASI

EVALUASI/PENILAIAN

Di dalam dunia pendidikan selalu ada Evaluasi atau Penilaian, mulai dari evaluasi sederhana dan sempit sampai dengan evaluasi kompleks dan besar. Di lingkungan kita sekarang ini evaluasi masih sebatas formalitas belaka. Evaluasi yang dilakukan hanya sekedar untuk memperoleh nilai sebagai dasar penentuan kebijakan. Evaluasi yang dilakukan belum dapat mengukur apa yang seharusnya diukur, belum dapat mengungkap apa yang seharusnya diungkap, belum dapat melihat kemampuan nyata yang dimiliki oleh masing-masing siswa. Dengan demikian evaluasi yang dilaksanakan hanya mampu menampilkan sedikit potensi yang dimiliki oleh masing-masing siswa.
Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah :
Bagaimanakah cara mengevaluasi atau menilai kemampuan siswa itu?
Pola penilaian yang menyeluruh harus kita ciptakan agar dapat mengungkap segala potensi dan kemampuan yang dimiliki oleh siswa. Para pakar pendidikan harus duduk bersama untuk merumuskan teknik evaluasi atau metode penilaian yang menyeluruh, sistemik, sistematis, terpadu, valid dan reliabel. Teknik evaluasi yang dapat mengungkap seluruh kemampuan siswa sebagai hasil belajar dalam proses pembelajaran dan proses pendidikan. Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) selaku instansi yang bertanggung jawab, hendaklah memfasilitasi suatu pertemuan yang menyeluruh dari pakar-pakar pendidikan yang kompeten di bidang masing-masing.
Besar harapan saya untuk dapat terwujudnya evaluasi yang handal dan menyeluruh. Mari kita dukung bersama.

Salam Edukasi

Haryonohadisp.

Minggu, 18 Januari 2009

ANTARA FANA DAN HAKIKI

ANTARA FANA DAN HAKIKI

Sebagian besar manusia berkiblat pada dunia
Keseharian mencari nafkah demi kepentingan dunia
Waktu terbuang hanya untuk mengejar duniawi
Tiada sempat sedikitpun memikirkan yang hakiki
Itulah golongan orang-orang yang merugi

99 % manusia bergantung pada dunia
Mereka menganggap dunia adalah segalanya
Mereka mengejar sesuatu yang fana
Mereka tergiur kenikmatan dunia
Mereka melupakan yang hakiki

Dimana-mana terjadi korupsi
Foya-foya menghabiskan uang negri
Demi kesenangan diri sendiri
Tak peduli berapa banyak negara rugi
Mengejar sesuatu yang tak pasti

Dimana-mana orang rebutan kekuasaan
Pilkada sering jadi ajang taruhan
Pilkada sering timbulkan kerusuhan
Pilkada sering timbulkan permusuhan
Mereka mengejar kefanaan
Mereka tak tahu mana yang hakiki

Semua yang ada di dunia itu fana
Riziq harta benda itu fana
Rumah mobil motor itu fana
Kekuasaan jabatan itu fana
Istri suami anak itu fana
Yang hakiki adalah NIKMATNYA


Jangan sampai kita menjadi pelayan dunia
Tetapi sebaliknya : Dunia melayani kita
Jangan kejar yang fana
Kejarlah yang HAKIKI

Semoga membawa manfaat

haryonohadisp

CHUSNUL KHOTIMAH

CHUSNUL KHOTIMAH

Chusnul khotimah artinya Akhir yang baik.
Apa maknanya?
Akhir yang baik adalah nikmatullah.
Setiap detik setiap saat kita melakukan aktivitas/ibadah harus kita akhiri dengan akhir yang baik. Al awal dengan Basmalah, al akhir dengan Hamdalah. Al awal ditandai dengan niat, dan al akhir ditandai dengan Syukur atas nikmat. Dalam perjalanannya dinamakan ibadah. Dalam beribadah dasarnya : Iman, Taqwa, Kurban, Ikhlas, Syukur, dan Taubat. Seringkali kita lupa akan al awal dan al akhir, sehingga dalam setiap gerakan hidup kita tidak mengandung nilai ibadah. Sering kita lupa saat mana al awal
dan saat mana al akhir, sehingga tiada muncul niat pada al awal dan tiada merasakan nikmat pada al akhir. Yang ada dan yang terjadi hanyalah perjalanan nafsu belaka. Perbuatan yang dilandasi dengan nafsu, akan menghasilkan amarah. amarah limpahannya adalah laknat, bukan nikmat. Perbuatan yang dilandasi dengan nikmat, akan menghasilkan nikmat juga.
Dengan demikian orang yang selalu mengakhiri setiap perbuatannya dengan akhir yang baik Inilah yang namanya Khusnul Khotimah. Sampai matipun dalam keadaan khusnul khotimah. Limpahannya adalah Syurga.
Singkat semoga bermanfaat. Amin

haryonohadisp.

Jumat, 16 Januari 2009

GOTONG ROYONG

GOTONG ROYONG

Gotong royong berasal dari bahasa Jawa yang artinya dipikul bersama. Kata gotong royong sudah masuk dalam perbendaharaan kata bahasa Indonesia. Dahulu kala masyarakat Indonesia sangat terkenal dengan budaya gotong royongnya. Apabila seseorang mempunyai kesulitan atau kesibukan, tetangga kanan kiri dengan sukarela membantu. Bantuan yang diberikan tanpa pamrih bahkan tanpa adanya imbalan apa-apa. Dalam memberikan bantuan kepada orang yang membutuhkan dilakukan dengan hati yang tulus dan ikhlas. Ketulusan dan keikhlasan itu tercermin dari kegembiraan saat bekerja sama dalam komunitas tertentu.
Masih adakah budaya Gotong Royong itu sekarang?
Dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini, semangat gotong royong hampir punah. Setiap orang lebih mementingkan diri sendiri dalam setiap perilakunya. Sifat ego dan individualistik tampak jelas dalam setiap aktivitas sosial keseharian. Tidak banyak orang yang peduli dengan orang lain. Tetangga kanan kiri saja tidak kenal, bagaimana mau gotong royong. Apalagi di masyarakat perkotaan lebih parah lagi. Sudah hilangkah budaya gotong royong yang dulu pernah kita miliki?
Bagaimana ya caranya untuk menumbuhkan kembali budaya gotong royong tersebut?
Menjadi renungan kita bersama!!!

haryonohadisp.

Rabu, 14 Januari 2009

NIKMATULLAH

KENIKMATAN

Embun pagi mengiringi
Langkah kaki mandiri
Menuju puncak giri
Tuk raih kenikmatan

Kuinjak kerikil-kerikil tajam
Kuinjak terjalnya medan
Ku hantam aneka bebatuan
Tuk raih kenikmatan

Terik mentari menantang
Tak peduli datangnya siang
Ku terus menghadang
Tuk raih kenikmatan

Hari menjelang petang
Di ufuk barat rona kan datang
Ku tinggalkan padang ilalang
Tuk raih kenikmatan

Adzan maghrib berkumandang
Pertanda malam menjelang
Luruskan tulang belulang
Tuk raih kenikmatan

Kelelahan yang kurasakan
Bekerja keras seharian
Berangkat pagi pulang malam
Tuk raih kenikmatan

Menjelang tidur kuberdo'a
Ya Allah anugrahilah kami kenikmatan
Jagalah tidur kami dalam kenikmatan
Bangunkanlah kami esok pagi dalam kenikmatan
Berkahilah kerja kami dengan kenikmatan
Sempurnakanlah hidup kami dengan kenikmatan
Amin amin ya robbal'alamin

haryonohadisp

Perjalanan ibadah seorang hamba Allah
Yang sholeh dan sholehah
Menuju akhir Khusnul Khotimah

Selasa, 13 Januari 2009

DILEMA EDUKASI

Di jaman serba instan sekarang ini muncul berbagai macam dilema dalam kehidupan. Salah satunya adalah dilema dalam pendidikan. Pendidikan itu berlangsung seumur hidup atau sepanjang hayat. Selama hayat masih di kandung badan, pendidikan masih terus berjalan. Artinya pendidikan bagi masing-masing manusia itu berlangsung mulai dalam kandungan sampai liang lahat (meninggal dunia). Kita tidak dapat membuat proses pendidikan itu INSTAN. Hasil dari proses pendidikan (proses pembelajaran)itu dapat terwujud dari akumulasi pengetahuan, ilmu, dan rasa sejak lahir sampai mati. Jadi hasil proses pendidikan dan pembelajaran jangan dilihat dengan kacamata Instan. Apalagi yang menyangkut masalah afektif (sikap).
Bagaimana dengan hasil dari proses pembelajaran di Sekolah?
Muncul dilema dalam proses pembelajaran di sekolah.
1. Dilema yang pertama antara kualitas dan kuantitas. Secara kuantitas, siswa di sekolah jumlahnya sangat banyak atau sangat besar mulai dari Taman Kanak-kanak sampai dengan perguruan tinggi. Namun secara kualitas masih perlu dipertanyakan. Artinya secara keseluruhan kualitas pendidikan dan pembelajaran masih rendah, masih perlu ditingkatkan.
2. Dilema yang kedua antara Kurikulum dan Masyarakat. Kurikulum di sekolah seringkali ketinggalan dengan perubahan sosial yang terjadi di masyarakat. Apalagi kalau dikaitkan dengan dunia kerja (dunia usaha) dan perkembangan teknologi. Kurikulum di sekolah terkadang kurang relevan dengan tuntutan masyarakat. Hal ini terjadi karena kurikulum di sekolah kita masih menganut mata pelajaran terpisah (Separate Subject Curriculum). Misalnya di SD ada 12 mata pelajaran, di SMP ada 15 mata pelajaran, di SMA ada 17 mata pelajaran, di perguruan tinggi ada 60 mata kuliah. Dengan masih terpisahnya mata pelajaran-mata pelajaran tersebut, sulit bagi siswa untuk membentuk kesatuan atau keterpaduan nilai-nilai yang terkandung dalam setiap mata pelajaran, sehingga ilmu pengetahuan yang diperoleh siswa juga masih terpisah-pisah.
3. Dilema yang ketiga adalah antara Guru dan Ilmu. Guru-guru di sekolah sebagian besar bekerja berdasarkan rutinitas dengan berbagai macam keterbatasan. Profesionalitas masih perlu dipertanyakan. Dengan program sertifikasi juga masih perlu dievaluasi. Guru yang sudah lulus sertifikasi kinerjanya masih sama dengan sebelum sertifikasi. Sepertinya tidak ada dampak yang signifikan program sertifikasi terhadap peningkatan profesionalitas guru. Sebagian besar guru masih Gaptek (gagap teknologi), bahkan banyak guru yang kalah maju dengan siswanya. Ilmu yang dimiliki di masa lalu masih saja diterapkan di masa sekarang, yang seringkali sudah usang dan kurang relevan lagi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
4. Dilema yang keempat adalah antara Tuntutan kualitas dan Tersedianya Dana (Sarana prasarana pembelajaran). Untuk memenuhi tuntutan peningkatan kualitas pembelajaran dibutuhkan dana, sarana dan prasarana pembelajaran yang cukup memadai. Kondisi di sekolah kita saat ini masih jauh dari harapan. Perpustakaan yang lengkap belum ada, media pembelajaran untuk masing-masing mata pelajaran tidak/kurang lengkap, mau memanfaatkan nara sumber dari luar sekolah tidak punya dana, mau melaksanakan outbond (pembelajaran di luar kelas) tidak ada sarana, mau praktikum tidak ada bahan dan alat, dan masih banyak lagi keterbatasan yang ada. Dengan kondisi yang demikian sulit kiranya untuk memacu peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah, sehingga perlu penanganan yang lebih serius dari semua fihak yang terkait.
5. Dilema yang kelima adalah Peran serta masyarakat. Dengan adanya Dana BOS, peran serta masyarakat dalam pembelajaran kurang. Masyarakat menganggap Dana BOS sudah cukup untuk membiayai semua operasional sekolah. Pada hal dengan dana yang tersedia sejumlah itu, sekolah kurang mampu mengembangkan diri apalagi meningkatkan kualitas pembelajaran. Untuk itu marilah kita galang kembali kebersamaan antara sekolah dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan pendidikan pada umumnya.
Tiada maksud untuk saling menyudutkan satu sama lain, ungkapan ini sebatas media untuk mengurai dilema-dilema yang terjadi. Dengan pengharapan munculnya solusi yang terbaik dalam menangani permasalahan demi peningkatan mutu pendidikan.
Semoga membawa manfaat. amin

haryonohadisp.

PENELITIAN FIKTIF

Budaya meneliti orang Indonesia masih rendah. Hanya sebagian kecil saja orang Indonesia yang mempunyai kemampuan dan keahlian dalam penelitian. Apalagi penelitian ilmiah lebih sedikit lagi. Sebagian besar penelitian di bidang Pendidikan dan Pembelajaran yang dilakukan oleh calon-calon sarjana atau calon-calon magister bahkan calon-calon doktor pendidikan hasilnya kurang menggigit, artinya kurang berdampak terhadap peningkatan prestasi dan mutu pendidikan di Indonesia. Indikator yang dapat kita baca saat ini banyak Sarjana, Magister, atau bahkan Doktor kurang mempunyai keahlian penelitian di bidang Pendidikan. Data hasil penelitian sering kali kurang akurat dan kurang Akuntabel (kurang dapat dipertanggungjawabkan). Belum banyak karya-karya besar yang menonjol yang dihasilkan oleh para pakar pendidikan di Indonesia. Sebagian besar hasil penelitian masih membahas teori-teori yang lama, dan belum mampu memunculkan teori-teori baru. Dan sebagian besar hasil penelitian kurang aplikatif, artinya kurang dapat diaplikasikan dalam proses pendidikan dan proses pembelajaran secara nyata. Untuk membuktikan semua pernyataan di atas perlu diadakan penelitian yang mendalam.
Bahkan sekarang berkembang opini Jual Beli Karya Ilmiah. Saat ini di Internet banyak sekali biro jasa yang menawarkan jual beli skripsi, tesis, atau disertasi. Sangat ironi sekali. Di satu sisi kita ingin meningkatkan mutu para sarjana, di sisi lain ada goda penjualan karya ilmiah. Dengan membeli karya ilmiah, artinya calon sarjana tidak perlu mengadakan penelitian. Tidak perlu menulis, tinggal pesan sesuai judul langsung jadi skripsi. Dengan kondisi yang demikian itu, marilah kita bersama-sama para pakar pendidikan menggairahkan semangat meneliti untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

Salam Edukasi

haryonohadisp.

Senin, 12 Januari 2009

DEMI WAKTU

Demi waktu
waktu adalah wadah atau tempat
tempat untuk beribadah dan berserah diri
barang siapa dapat memanfaatkan waktu
dialah termasuk orang yang beruntung

Demi waktu
waktu terus berjalan
tidak akan dapat terulang
jangan sampai kita terlindas oleh waktu
gunakanlah selagi kita mampu

Demi waktu
yang lalu adalah sejarah
hari ini adalah sumber barokah
esok adalah amanah
lusa adalah nikmah

Demi waktu
hari ini harus lebih baik dari kemarin
hari esok harus lebih baik dari hari ini
khusnul khotimah dalam setiap al akhir
kenikmatan dan kebahagiaan sebagai limpahannya.

haryonohadisp

DISIPLIN HIDUP

Sudah sering kita mendengar kata DISIPLIN. Setiap kita mendengar kata disiplin asosiasi kita langsung tertuju pada ketaatan terhadap aturan dan peraturan yang ada. Di lingkungan Militer, kata disiplin tidak dapat ditawar-tawar lagi. Militer menerapkan Disiplin Mati, artinya penegakan disiplin yang baku dan kaku tanpa mengenal fleksibilitas sesuai jalur komando dari atas ke bawah. Disiplin mati dengan sanksi yang jelas apabila ada pelanggaran. Setiap pelanggaran disiplin dikenai sanksi atau hukuman. Hukuman yang dilaksanakan seringkali berupa hukuman fisik.
Bagaimana dengan Disiplin di lingkungan Pendidikan?
Apakah sama dengan disiplin di Militer?
Jawabnya tentu tidak sama. Disiplin di lingkungan pendidikan boleh disebut Disiplin Hidup. Yang dimaksud dengan disiplin hidup adalah penerapan disiplin sesuai dengan karakteristik masing-masing siswa. Disiplin hidup tidak mengenal adanya paksaan pada siswa. Disiplin hidup dapat diterapkan pada siswa dengan memberikan pelayanan yang sesuai dengan potensi yang ada pada diri siswa, sehingga guru harus mengenal betul karakteristik masing-masing siswanya. Bila terjadi ketidak cocokan dengan situasi dan kondisi, maka harus ditelusuri apa penyebabnya. Dengan demikian siswa akan merasa diperhatikan dan dapat belajar dengan sebaik-baiknya. Pada disiplin hidup tidak dikenal sanksi yang mengikat, kalaupun ada sanksi diberikan sesuai dengan porsi siswa masing-masing dengan bentuk sanksi yang paedagogis atau sanksi yang mendidik. Disiplin hidup ini belum banyak diterapkan di lingkungan pendidikan maupun di lingkungan proses pembelajaran. Masih banyak Bapak dan Ibu Guru yang menerapkan disiplin mati seperti di militer walaupun hukuman atau sanksi yang diberikan bukan sanksi fisik. Namun pola yang dipakai dalam menegakkan disiplin masih menganut disiplin mati. Sebagai contoh masih banyak kekerasan yang dilakukan oleh guru terhadap siswanya di sekolah. Juga penegakan disiplin dengan pemberian sanksi yang kaku dan kurang mendidik, bahkan ada yang masih menerapkan sanksi fisik.
Untuk menuju pada pendidikan yang manusiawi dan pendidikan yang berlandaskan pada Hak Azasi Anak, maka penerapan Disiplin Hidup dapat menjadi pilihan atau alternatif tindakan. Hal ini juga sesuai dengan kompetensi dasar guru atau pendidik yaitu Kompetensi Memberikan Pelayanan kepada siswa. Setinggi apapun pangkat dan jabatan fungsional seorang guru, dia tetap sebagai pelayan siswa. Tugas guru adalah memberi pelayanan kepada siswa dalam bentuk menyediakan situasi dan kondisi yang harmonis yang menyenangkan yang kondusif, sehingga merangsang siswa untuk dapat belajar dengan sebaik-baiknya atau memudahkan siswa untuk belajar. Guru yang sukses adalah guru yang dapat membelajarkan siswanya.
Marilah kita mulai dari sekarang menerapkan DISIPLIN HIDUP dalam proses pembelajaran dan proses pendidikan.
Semoga bermanfaat.

haryonohadisp.

Minggu, 11 Januari 2009

KEJUJURAN

Satu kata yang sangat sulit untuk diterapkan dalam kehidupan adalah KEJUJURAN. Sebagian besar manusia sering tidak jujur alias bohong. Kebohongan sering dilakukan dengan berbagai macam sebab, yang mengarah kepada keuntungan diri sendiri. Seringkali kebohongan digunakan untuk menutupi kekurangan, menutupi kelemahan, menutupi kesalahan, menutupi aib (perbuatan tercela), menutupi rahasia yang sangat rahasia sehingga orang lain tidak boleh mengetahuinya, dan lain sebagainya. Antara kejujuran dan kebohongan ibarat sisi mata uang yang saling berhimpitan yang tidak dapat dipisahkan. Orang yang jujur berarti tidak bohong, orang yang bohong berarti tidak jujur.
Bila diruntut hukum sebab akibat : Sebab Kejujuran, akibatnya adalah Nikmat atau kebahagiaan. Sebab Kebohongan akibatnya adalah Laknat (kesengsaraan). Sekarang kita tinggal pilih mau yang mana : Kejujuran atau Kebohongan?
Apabila kita memilih kejujuran berarti kita memilih jalan menuju Allah swt, jalan yang lurus atau sirotol mustaqim yaitu jalannya orang-orang yang dianugrahi nikmat oleh Allah swt. Sebagai limpahan atas kejujuran adalah keselamatan di panacaindra, kesejahteraan dan kedamaian di akal pikiran, kebahagiaan di hati/qolbu baik di dunia maupun di akherat kelak. Dengan kata lain Syurga.
Dan apabila kita memilih kebohongan berarti kita memilih jalan syaiton atau jalan kesesatan yaitu jalannya orang-orang yang dilaknat oleh Allah swt. Sebagai limpahannya adalah kesengsaraan atau laknat atau Neraka.

Bagaimana caranya agar kita dapat memilih kejujuran?

1. Dengan Dzikrullah, berdzikir kepada Allah swt (Ingat kepada Allah swt).
2. Menerapkan hukum Fiqih, yaitu wajib, sunnah, makruh, mubah, dan haram.
3. Mengetahui secara pasti dampak dari kejujuran dan kebohongan yang dilakukan.
4. Mampu menjabarkan setiap perkataan dan perbuatan menjadi penjabaran yang sholeh.
5. Merukunkan setiap perbuatan dengan pendalilan atau pemikiran yang sistemik dan sistematis sesuai dengan sistem perbuatan yang kita hadapi atau kita lakukan.
Dengan kelima jurus tersebut, diharapkan kita mampu menjalani kehidupan di dunia ini dengan penuh kejujuran tanpa dibarengi dengan kebohongan.
Yang Sekelumit ini, mudah-mudahan membawa manfaat yang besar. Amin

haryonohadisp

Jumat, 09 Januari 2009

PERJALANAN


Tulisan ini merupakan
Renungan Hati
Dalam menentukan
setiap langkah
Mengarungi kehidupan dunia
Menuju yang Hakiki




P E R J A L A N A N

Di kala hening nan sepi
Terlukis siratan hati
Wujud semburan nurani
Yang tak kuasa terhenti

Setapak demi setapak
Siratan hati itu tampak
Berurutan bagai rampak
Menuju mahligai puncak

Bacalah dengan indramu
Bacalah dengan akal pikiranmu
Bacalah dengan hatimu
Bacalah dengan qolbumu

Di hadapan terhampar amanah
Tersirat kandungan wasilah
Terwujud dalam ibadah
Memenuhi panggilan Allah Subhanahuwata'allah

Inilah perjalanan manusia
Sebagai hamba
Dari dalam gua garba
Sampai SYURGA


Haryono Hadi Sp.

Untuk Sahabatku

TEORI KOMUNIKASI

Komunikasi sebagai suatu sistem memiliki komponen dasar dan komponen pokok atau komponen integral. Disebut komponen dasar karena mendasari terjadinya komunikasi antara dua orang atau lebih. Sebagai komponen dasar harus ada dalam setiap proses komunikasi.
Seorang Ahli komunikasi dari Amerika Serikat yang bernama Berlo yang terkenal dengan teorinya SMCR Berlo mengembangkan model komunikasi yang dinamis. Model yang dinamis dalam proses komunikasi mencakup unsur-unsur yang lebih dari sekedar bahan saja dalam rangka mentransmisikan pesan dari sumber ke penerima.Model Komunikasi SMCR Berlo terdiri dari komponen dasar :
S = Source artinya Sumber atau bahan. Sumber adalah orang atau bahan yang mengandung pesan.
M = Message artinya Pesan. Pesan adalah semua informasi yang akan disampaikan oleh Sumber kepada Penerima.
C = Channel artinya Saluran. Saluran adalah semua indra (Mata, telinga, hidung, kulit, dan lidah) yang dapat digunakan oleh penerima di dalam menerima pesan dari Sumber.
R = Receiver artinya Penerima. Penerima adalah Orang yang menerima pesan dari Sumber.
Proses Komunikasi hanya akan terjadi apabila ada empat komponen dasar tersebut di atas. Secara deskriptif dapat dirumuskan terjadinya proses komunikasi sebagai berikut :
Apabila ada Sumber (S) membawa Pesan (M) disampaikan melalui Saluran (C) kepada Penerima (R). Deskripsi tersebut dapat diperjelas lagi : Proses Komunikasi akan terjadi apabila ada Seseorang menyampaikan Pesan melalui Saluran kepada Penerima.
Dengan demikian proses komunikasi dapat terjadi apabila empat komponen tersebut terdapat saling hubungan, saling berproses dalam mewujudkan komunikasi yang dikehendaki.
Teori dasar komunikasi inilah yang melandasi munculnya Media Komunikasi. Media Komunikasi menjadi dasar munculnya Media Belajar atau Media Pembelajaran. Karena pada dasarnya proses pembelajaran adalah proses komunikasi yang terjadi antara Sumber dan Penerima atau antara Guru dengan Siswa.

Buku Rujukan :
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Dirjen Dikti PPIPT. 1981 : Materi dasar Pendidikan Program Akta Mengajar V Buku IIIC Teknologi Instruksional.

Rabu, 07 Januari 2009

PAHLAWAN EDUKASI



Inilah pahlawan-pahlawan edukasi yang sangat berjasa. Bapak dan Ibu Guruku SMP Negeri 1 Caruban Madiun Jawa Timur.
Aku menjadi murid SMP Negeri 1 Caruban tahun 1975 sampai dengan 1977.
Terima kasih dan Penghargaan yang setinggi-tinggi kami haturkan kepada Bapak dan Ibu Guru yang pernah mengajar di SMP Negeri 1 Caruban. Semoga Jasa-jasa Bapak Ibu Guru memperoleh balasan pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT. Amin.

Haryono Hadi Saputro

LIQUIT CRYSTAL DISPLAY / LCD

Liquit Crystal Display (LCD) saat ini banyak dipakai sebagai layar komputer maupun Note Book atau Laptop. Laptop yang dipadukan dengan proyektor dapat dijadikan media pembelajaran yang cukup menarik. Tampilan yang dihasilkan pada layar yang cukup lebar antara 2 x 2 meter, sangat cocok digunakan untuk kelompok besar atau kelas yang siswanya banyak. Perpaduan antara Laptop dengan LCD Proyektor dapat menyajikan pesan atau materi pembelajaran sesuai desain/rancangan yang telah disiapkan. Desain pesan dapat berwujud : Audio, Visual Diam, Visual Gerak, atau Audio Visual Gerak. Dengan tampilan penuh warna (Full Calour) sangat menarik minat dan perhatian siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.
Laptop dan LCD Proyektor dapat dipakai sebagai media pembelajaran untuk semua bidang studi sesuai dengan karakteristik materi masing-masing. Untuk membuat desain Powerpoint yang baik dibutuhkan kemampuan khusus, sehingga para guru perlu mempelajari cara mendesain pesan dengan baik agar tampilannya dapat menumbuhkan minat belajar siswa sehingga siswa dapat belajar dengan mudah.

Dengan tampilan audio visual gerak, LCD mempunyai banyak keunggulan dan kelebihan dibandingkan media pembelajaran yang lainnya. Menurut penelitian yang dilakukan oleh para ahli siswa dapat menyerap ilmu melalui indra penglihatannya sebanyak 83 %, melalui indra pendengarannya 11 % dan melalui indra yang lainnya 6 %. Berarti dengan menggunakan media audio visual gerak (LCD), siswa dapat menyerap ilmu sebanyak 94 % dari materi yang ditampilkan dengan perincian 83 % melalui indra penglihatannya dan 11 % melalui indra pendengarannya. Hal ini menunjukkan bahwa media audio visual gerak seperti LCD sangat baik digunakan sebagai media pembelajaran di sekolah.
Kelemahannya harganya masih cukup mahal untuk ukuran sekolah di Indonesia. Sebuah Laptop yang paling sederhana kira-kira harganya berkisar antara 4 s/d 5 juta rupiah, sedangkan LCD Proyektor yang paling sederhana berkisar antara 5 s/d 6 juta rupiah. Bila keduanya dijumlahkan berkisar antara 9 s/d 11 juta rupiah untuk satu set media pembelajaran. Sedangkan layarnya sementara dapat menggunakan tembok putih atau papan tulis white board. Bila mau membeli layar ukuran 180 x 180 cm kira-kira harganya 500 ribu rupiah. Dengan keterbatasan dana yang dimiliki oleh setiap lembaga pendidikan, perlu kiranya dibutuhkan partisipasi masyarakat melalui Komite Sekolah dalam pengadaan media pembelajaran yang sangat dibutuhkan ini.
Dengan penggunaan media pembelajaran LCD ini diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa, dan mutu pendidikan pada umumnya.
Mari kita dukung bersama.
Semoga bermanfaat. Amin

haryonohadisp.

Jumat, 02 Januari 2009

OPTIMIS di TAHUN 2009

Kita wajib bersyukur atas nikmat Allah swt. Kita masih diberi umur panjang dan kesehatan, sehingga kita masih dapat bertemu dengan Tahun baru 2009. Mari kita masuki era 2009 dengan penuh Optimisme. Mari kita selalu berdo'a dan berusaha untuk menjadi yang terbaik di tahun 2009 ini. Tahun 2009 kita jadikan momentum dan pijakan menuju kesuksesan dan kebahagiaan atas ridho Allah swt. Semoga kita tetap dalam lindungan Allah swt, tetap dalam keselamatan ksejahteraan kedamaian dan kebahagiaan. Amin amin ya Robbal 'alamin.

haryonohadisp.

ERA BARU 2009


Si Sulung sedang mejeng dengan senyumannya


Si Bungsu sedang berpose di area waduk pondok


Foto Keluarga saat merayakan taon baru 2009 di Waduk Pondok