Buku sebagai sumber ilmu, bacalah!

Semakin banyak membaca, semakin banyak ilmu yang didapat

Teruslah belajar

Dunia itu kecil jika kita berilmu

Learning!

Jelajahi ilmu hingga ke seluruh pelosok dunia

Ilmu padi

Semakin tua, semakin berisi, semakin merunduk

Tata surya

Filosofi belajar sepanjang hayat

Kamis, 21 Oktober 2010

PROPOSAL PTK

STRUKTUR PENULISAN PROPOSAL
PENELITIAN TINDAKAN KELAS
(PTK)


JUDUL
PENGESAHAN
DAFTAR ISI

BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian
D. Manfaat Penelitian

BAB II. KAJIAN TEORETIK DAN HIPOTESIS TINDAKAN
A. Kajian Teoretik
1. Variabel X
2. Variabel Y
B. Kerangka Berpikir
C. Hipotesis Tindakan

BAB III. METODOLOGI PENELITIAN
A. Setting Penelitian
B. Subjek Penelitian
C. Metode Penelitian
D. Langkah-Langkah Penelitian
1. Rencana Tindakan
2. Implementasi Tindakan
3. Pengamatan
4. Refleksi
E. Data dan Cara Pengumpulannya
F. Teknik Analisis Data

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN (apabila ada)


PENJELASAN SINGKAT TIAP ELEMEN DALAM PROPOSAL
PENELITIAN TINDAKAN KELAS

1. Judul Penelitian
Judul penelitian hendaknya menyatakan dengan akurat dan padat permasalahan serta bentuk tindakan yang dilakukan peneliti sebagai upaya pemecahan masalah. Formulasi judul hendaknya singkat dan jelas serta menampilkan sosok penelitian tindakan kelas (PTK), bukan sosok penelitian yang lain.

2. Pengesahan
Pengesahan berupa persetujuan komisi pembimbing/konsultan tentang proposal penelitian yang diajukan. Persetujuan tersebut diberikan dalam bentuk tanda tangan dari komisi pembimbing/konsultan tersebut.

3. Daftar Isi
Daftar isi ditulis dalam spasi tunggal dengan format sebagaimana struktur penulisan proposal di atas. Masing-masing butir/elemen dalam daftar isi diikuti nomor halaman.

4. Latar Belakang Masalah
Dalam bagian ini diuraikan pentingnya penanganan permasalahan yang diajukan. Sehubungan dengan hal itu, perlu ditunjukkan fakta-fakta yang mendorong munculnya permasalahan tersebut, baik yang berupa hasil pengamatan, wawancara, tes, atau teknik-teknik yang lain. Dukungan dari hasil penelitian lain yang relevan akan lebih memperkokoh argumentasi dan signifikansi tentang pemecahan masalah yang diusulkan. Ciri khas PTK yang berbeda dari penelitian-penelitian lain hendaknya juga tercermin dalam uraian bagian ini.

5. Rumusan Masalah
Masalah hendaknya diangkat dari masalah keseharian di sekolah yang memang layak dan perlu diselesaikan melalui PTK. Uraian masalah hendaknya didahului dengan identifikasi masalah, yang dilanjutkan dengan analisis dan diikuti dengan refleksi awal sehingga gambaran permasalahan yang perlu ditangani tampak menjadi jelas. Perumusan masalah hendaknya disertai dengan penyebab munculnya masalah tersebut. Perumusan masalah itu sendiri berbentuk petanyaaan.

6. Tujuan Penelitian
Seperti pada jenis penelitian lainnya, tujuan penelitian pada penelitian tindakan (kelas) pada umumnya merupakan parafrase dari rumusan masalah. Namun demikian, tidak jarang bahwa bagian tujuan ini menjadi tempat elaborasi dari apa yang secara umum dikemukakan dalam rumusan masalah. Indikator-indikator suatu konsep/konstruk dapat dipaparkan dalam bagian ini sehingga konstelasi permasalahan yang akan dikaji menjadi lebih jelas

7. Manfaat Penelitian
Dalam bagian ini dikemukakan manfaat yang dapat dipetik apabila penelitian telah terlaksana. Uraian tentang manfaat tersebut hendaknya bersifat spesifik, yang terkait langsung dengan topik penelitian. Hendaknya dihindarkan uraian tentang manfaat penelitian yang terlalu umum dan bombastis.

8. Kajian Teoretis dan Hipotesis Tindakan
Dalam bagian ini dipaparkan teori-teori yang mengarah pada pemahaman konsep yang digunakan dalam penelitian. Di samping itu, kajian teoretis hendaknya mengarah pada pencarian alternatif pemecahan masalah yang diajukan. Argumentasi teoretik yang logis diperlukan guna menyusun kerangka konseptual. Atas dasar kerangka konseptual tersebut, hipotesis tindakan dirumuskan.

9. Setting Penelitian
Setting penelitian mengacu pada tempat dan waktu penelitian. Dalam kaitannya dengan tempat penelitian, peneliti perlu menjelaskan tidak hanya deskripsi fisik tempat, tetapi juga deskripsi sosiologis, psikologis, kultural, dan lain sebagainya. Deskripsi tersebut sekaligus dapat berfungsi sebagai konteks pemaknaan hasil penelitian.

10. Subjek Penelitian
Subjek penelitian mengacu pada subjek yang akan dikenai perlakuan, seperti siswa kelas tertentu di sekolah tertentu. Uraian tentang masalah ini tidak hanya menyangkut jumlah melainkan juga karakteristik subjek tersebut yang relevan dengan dilakukannya PTK.

11. Metode Penelitian
Dalam bagian ini dijelaskan bahwa jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas, yang karakteristinya berbeda dari jenis-jenis penelitian lainnya. Oleh karena itu peneliti perlu mengemukakan sejumlah ciri yang melekat pada PTK tersebut yang dikaitkan dengan topik yang dikaji.

12. Rencana Tindakan
Rencana tindakan mengacu pada rencana tindakan untuk mengatasi permasalahan yang diajukan. Secara substansial rencana tersebut telah tercermin dari uraian pada Kajian Teoretis dan Hipotesis Tindakan. Bagian ini lebih mengelaborasikan rencana tersebut. Oleh karena itu berbagai tindakan lain yang mengarah pada terlaksananya pemecahan masalah tersebut (seperti pembuatan bahan ajar, penyiapan evaluasi, pengadaan alat-alat pembelajaran) perlu dijelaskan dalam bagian ini.

13. Implementasi Tindakan
Bagian ini berisi deskripsi skenario tindakan pemecahan masalah, yang sifatnya lebih konkret daripada sekedar rencana tindakan.


14. Pengamatan
Pada bagian ini peneliti menguraikan cara-cara yang akan dilakukan untuk mengetahui efek dari tindakan yang dilakukan, termasuk di dalamnya sarana-sarana yang diperlukan untuk merekam hasil pengamatan tersebut.

15. Refleksi
Hasil pengamatan di atas selanjutnya dianalisis, dan atas dasar hasil analisis tersebut peneliti melakukan refleksi atas apa yang sejauh ini dilakukan. Pada fase ini akan ditentukan apakah peneliti perlu melangkah ke siklus berikutnya atau tidak. Apabila ya, maka langkah-langkah sebagaimana diuraikan di atas diulangi dengan pengembangan seperlunya.

16. Data dan Cara Pengumpulannya
Dalam bagian ini peneliti mengemukakan jenis data yang diperlukan dalam penelitian dan teknik-teknik yang akan digunakan untuk memperoleh data tersebut, sejak dari langkah identifikasi masalah hingga pemantauan akhir. Boleh jadi data penelitian merupakan kombinasi antara data kuantitatif dan data kualitatif. Semuanya perlu dijelaskan.

17. Teknis Analisis Data
Sehubungan dengan data penelitian di atas, peneliti perlu menjelaskan teknik-teknik analisis data yang akan digunakan. Tidak jarang peneliti menggunakan lebih dari satu teknik analisis. Sudah barang pasti,jenis teknik analisis disesuaikan dengan jenis datanya. Oleh karena itu peneliti perlu menjelaskan hal ini.

18. Daftar Pustaka
Dalam bagian ini dituliskan seluruh referensi yang dijadikan acuan dalam penelitian dan yang disebut langsung dalam tubuh proposal. Rujukan yang tidak disebut tidak perlu ditulis. Penulisan daftar pustaka disesuaikan dengan aturan yang ada.

19. Lampiran
Dalam bagian ini dilampirkan berkas-berkas penting yang terkait langsung dengan pelaksanaan awal PTK berikut hasilnya. Instrumen monitoring yang mengawali dilakukannya PTK seperti pedoman pengamatan, protokol wawancara, tes, angket, dan/atau analisis dokumen perlu dilampirkan. Demikian pula hasil monitoring tersebut, seperti data-data hasil prestasi belajar dan deskripsi perilaku/kinerja siswa juga dilampirkan. Hal itu dapat membantu pembimbing/konsultan melihat dan menilai akurasi pengajuan masalah penelitian.

Minggu, 07 Maret 2010

PENDIDIKAN GRATIS

DAMPAK IKLAN SEKOLAH GRATIS
Menjadi bumerang bagi sebagian sekolah yang sudah maju dengan adanya iklan Sekolah Gratis. Di satu sisi sekolah dilarang menarik iuran dari siswa, di sisi yang lain dana BOS yang dikucurkan oleh pemerintah tidak cukup untuk operasional sekolah. Bagi sekolah yang biasa-biasa saja, dana BOS dicukup-cukupkan asal sekolahnya bisa berjalan. Bagi sekolah yang mau maju tentunya dana BOS saja tidak cukup. Alternatif untuk mencukupi dana operasional sekolah yaitu dari iuran komite sekolah. Komite sekolah yang tanggap dengan kemajuan anaknya tidak ada masalah walaupun harus membayar iuran yang cukup tinggi, lain halnya dengan komite sekolah yang kurang tanggap, mereka kurang berkenan dalam mendukung dana operasional sekolah. Banyak sekolah yang takut membuat RAPBS dengan tambahan dana dari komite sekolah, karena harus minta ijin dan persetujuan dari Bupati. Prosesnya cukup lama dan persyaratannya cukup banyak, sehingga banyak sekolah yang tidak mau repot yang akhirnya menjalankan sekolah dengan dana seadanya. Hal inilah yang menjadi hambatan untuk kemajuan pendidikan kita.
Sudah seharusnya mulai sekarang dipikirkan bagaimana jalan keluarnya. Terdapat beberapa pilihan alternatif pemecahan masalah diantaranya adalah :
1. Pemerintah menambah jumlah sumbangan BOS kepada semua sekolah mulai dari TK/PAUD sampai dengan SMA dengan adanya Anggaran Pendidikan 20 %.
2. Bagi orang tua yang mampu (sesuai dengan penghasilan perbulan) diberi kewajiban untuk membayar iuran sesuai dengan RAPBS hasil rapat pleno komite sekolah dan bagi yang tidak mampu dibebaskan dari kewajiban tersebut.
3. Sekolah dapat mencari Bapak Asuh dari Perusahaan atau perorangan sesuai dengan kemampuan sekolah masing-masing.
4. Sekolah dapat menjalin kerjasama dengan berbagai pihak sesuai dengan kebutuhan.
5. BUMD dan BUMN dapat menyisihkan dananya untuk membantu sekolah-sekolah dengan proposal yang dapat dipertanggungjawabkan.

Alternatif pilihan tersebut dapat pilih dan dapat dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan.

Salam Edukasi

HARYONO

Minggu, 10 Januari 2010

PEMBELAJARAN SEPANJANG HARI

SISTEM PEMBELAJARAN SEPANJANG HARI (FULL DAY LEARNING) merupakan sistem pembelajaran dalam Sekolah Alternatif yang dapat dijalankan oleh siapa saja. Waktu belajar bagi peserta didik bisa dilakukan sepanjang hari (full day learning) 24 jam sehari semalam sesuai dengan kemauan peserta didik. Sistem pembelajaran ini mirip dengan Home Schooling, tetapi dilakukan secara profesional oleh lembaga tertentu yang bersinergi secara multi. Multi pembimbing/pembina; gurunya terdiri dari berbagai macam disiplin ilmu yang dibutuhkan dengan kualifikasi akademik yang memadai. Multi Media; dalam proses pembelajarannya menggunakan berbagai macam media sesuai dengan minat peserta didik dengan memanfaatkan semua saluran ICT yang ada. Multi Strategi; strategi pembelajaran yang diterapkan sesuai dengan taraf perkembangan peserta didik dengan model konstruktivistik, model belajar berkelanjutan dan berkesinambungan. Multi kurikulum; kurikulum dan bahan belajar disesuaikan dengan kebutuhan dan taraf perkembangan peserta didik. Multi kultur; peserta didik dapat berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda dengan pelayanan secara individual. Multi Setting/ligkungan; lingkungan belajar tidak terbatas sesuai dengan minat peserta didik dengan memanfaatkan berbagai macam jenis lingkungan belajar. Multi Evaluasi; evaluasi dapat dilakukan kapan saja dengan teknik yang beraneka ragam. Peserta didik dapat memilih jenis evaluasi formal dengan mengikuti Ujian di sekolah formal, atau Paket belajar. Sistem pembelajaran ini memerlukan penanganan yang serius dan profesional dari semua komponen yang terlibat di dalamnya. Gagasan ini muncul sebagai solusi bagi para lulusan Sajana Pendidikan dari berbagai disiplin ilmu yang belum memperoleh pekerjaan, untuk dapat mengabdikan diri di bidang pendidikan dan pembelajaran. Bagi siapa saja yang berminat untuk mengembangkan dan melaksanakan sistem ini dapat membentuk suatu lembaga pendidikan dan pembelajaran yang independent. Mari kita mulai dari sekarang !!!!!

Minggu, 18 Oktober 2009

PEKERTI

Assalamu'alaikum wr wb.
Pembaca yang budiman
PEKERTI adalah Pelatihan Peningkatan Ketrampilan Dasar Teknik Instruksional merupakan suatu bentuk pelatihan yang ditujukan kepada para Dosen Muda untuk meningkatkan kompetensi profesionalismenya. Masih banyak dosen muda khususnya yang bukan berasal dari Alumni Kependidikan, mengalami kesulitan dan kendala dalam mengembangkan Teknik Instruksionalnya dalam proses perkuliahan. Untuk itu sangat diperlukan pelatihan Pekerti ini dalam rangka meningkatkan kompetensi profesional dosen muda. Setelah pelatihan Pekerti dilanjutkan dengan Pelatihan Program AA yaitu program Applied Approach (AA)yang lebih banyak mengarah kepada aplikasi dari teknik instruksional dalam proses perkuliahan. Bagi dosen yang sudah menempuh atau mengikuti pelatihan Pekerti dan AA diharapkan dapat memberikan pelayanan yang maksimal dan pelayanan yang terbaik kepada seluruh mahasiswa dalam proses perkuliahannya. Dengan demikian akan berdampak positif terhadap peningkatan prestasi belajar mahasiswa.
Sekian terima kasih
Salam Edukasi
Wassalamu'alaikum wr wb.

Haryono, M.Pd.

Kamis, 10 September 2009

WISUDA PASCASARJANA


Fotoku saat di wisuda oleh Bapak Rektor UNS 3 September 2009



Album Kenangan (Istriku) saat di Wisuda oleh Bapak Rektor UNS Solo

Alhamdulillahirobbi'alamin
Puji Syukur ke hadirat Allah swt atas semua limpahan berkat dan nikmat-Nya. Menjadi dambaan setiap mahasiswa yang masih kuliah untuk mengikuti Wisuda, apalagi bagi mahasiswa yang sudah tua seperti saya dan nyonya.
Pada hari Kamis tanggal 3 September 2009 merupakan hari Bahagia bagi kami sekeluarga, karena pada hari itu Saya dan Nyonya di Wisuda oleh Rektor UNS Solo, telah LULUS S2 Prodi TP dengan IPK 3,90 (Lulus dengan Pujian/Cumloude). Merupakan kebanggaan bagi kami berdua dapat lulus dengan predikat Cumloude. Selain menerima Ijazah S2 juga menerima Sertifikat/Tanda Penghargaan Lulus dengan Pujian dan juga menerima Souvenir cantik dari Bapak Rektor. Mohon do'a restu dari para pembaca semuanya, mudah-mudahan ilmu kami bermafaat. Amin

Kamis, 23 Juli 2009

CERDAS CERMAT CERDIK PANDAI

CERDAS artinya mempunyai kemampuan intelektual yang dapat menyimpan banyak memory, sehingga mudah mengingat kembali saat ilmu itu dibutuhkan.
CERMAT artinya mempunyai kemampuan untuk melakukan suatu perbuatan dengan teliti dan terperinci (urutan yang baik dan logis). Orang yang cerdas belum tentu cermat, tetapi orang cermat sudah otomatis dia cerdas.
CERDIK artinya mempunyai kemampuan pemilihan strategi yang jitu dalam merencanakan maupun melaksanakan suatu perbuatan.
PANDAI artinya mempunyai kemampuan berkomunikasi dan mengkomunikasikan ide-idenya dengan sopan dan santun sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapinya.
Orang cerdik belum tentu pandai, tetapi orang yang pandai sudah otomatis dia cerdik. Orang yang yang mempunyai kemampuan CERDAS CERMAT CERDIK PANDAI merupakan Hamba Allah SWT yang Sholeh atau Sholehah. Dia akan selalu berbuat dengan KEJUJURAN dan terhindar dari KEBOHONGAN. Dia akan berbuat yang paling TEPAT dan TERBAIK setiap saat. Kalau semua orang Indonesia mempunyai kemampuan seperti di atas, NGGAK ADA KORUPTOR dhong!!!!! Terus gimana????? Yang jelas mulailah dari DIRI SENDIRI, dari yang paling sederhana, dan dari yang paling mudah. SEMOGA kita termasuk HAMBA ALLAH SWT yang SHOLEH dan SHOLEHAH. Amin amin ya robbal alamin.

KEJUJURAN

KEJUJURAN adalah lawan dari KEBOHONGAN. Orang yang bohong berarti tidak Jujur. Orang yang Jujur berarti tidak bohong. Begitu banyak faktor yang menyebabkan seseorang berbohong, dan begitu banyak makna pada Kejujuran yang dilakukan oleh seseorang. Kebohongan merupakan benih GEJALA SAKIT KEJIWAAN. Orang yang sering berbohong mendekati gangguan kejiwaan atau mendekati Sakit jiwa. Artinya dengan banyak berbohong dapat menyebabkan gejala sakit jiwa yang akhirnya dapat menderita sakit jiwa beneran. Masak iya sih????? Hiii serem!!!!! Dengan berbohong dapat mengakibatkan orang lain sengsara, diri sendiri sengsara, atau bahkan sebaliknya yaitu dengan kebohongan itu membuat orang lain merasa senang, dapat mebuat diri sendiri merasa puas dan bangga tapi sesaat. Kebohongan membawa sengsara, menimbulkan kegelisahan. Dampak lebih lanjut dari kebohongan adalah laknat (neraka) dan malapetaka. Dosa yang harus ditanggung dunia akherat. Itulah yang terberat!!!!! Naudzubillahi mingdalik!!!!! Apakah Anda masih suka berbohong????? atau kadang-kadang berbohong????? atau nggak pernah berbohong sama sekali?????
Bagaimana menurut pendapat ANDA?????

Minggu, 12 Juli 2009

UJIAN TESIS

Puji syukur ke hadirat Allah swt, atas segala berkat dan nikmatnya.
Alhamdulillahi robbil'alamin
1. Aku telah Lulus Ujian Tesis pada 9 Juli 2009 dengan nilai yang sangat memuaskan yaitu dengan IP = 3,90 merupakan prestasi yang fantastis.
2. Istriku telah Lulus Ujian Tesis pada 26 Mei 2009 dengan nilai yang sangat memuaskan yaitu IP = 3,76.
Rencananya Wisuda akan diselenggarakan pada : 3 September 2009.
Terima kasih kepada semua fihak yang telah membantu kami dalam menyelesaikan studi ini.
Gelar Magister Pendidikan (M.Pd.) sebentar lagi menjadi kenyataan.
Untuk Anak-anakku tersayang, contohlah Bapak dan Ibumu, walaupun sudah tua masih mampu untuk berprestasi dalam studi.
Semoga Allah swt selalu memberikan ridhonya kepada kita semua. Amin amin ya robbal 'alamin.

Minggu, 28 Juni 2009

CATUR ITU NIKMAT


CATUR SIMULTAN DENGAN GRAND MASTER UTUT ADIANTO
Pertandingan Catur simultan diadakan di Pakuwon Mall Surabaya. Utut Adianto melawan 50 pecatur dari seluruh Jawa Timur. Dari 50 lawan tersebut hanya ada 2 orang yang MENANG dan 5 orang DRAW/REMIS. Diantara 5 orang yang REMIS tersebut termasuk penulis. Gambar di samping adalah saat penulis menerima hadiah dari Utut Adianto. Berarti ada 43 orang yang kalah. Pertandingan berlangsung sekitar 5 jam nonstop. Bagi yang menang dan Remis memperoleh hadiah dari Utut Adianto. Lumayan!!!!! Bagi penggemar olah raga CATUR di seluruh Kabupaten Ngawi yang berminat mengembangkan olah raga Catur, dapat latihan bersama GRATIS di sekretariat Percasi Kab. Ngawi Jl. Jend. Sutoyo no. 14 b Ngawi atau hubungi : 0351-7785199, 081335561333. Percasi Kabupaten Ngawi mengadakan latihan bersama setiap bulan sekali pada minggu pertama dengan tempat berpindah-pindah sesuai dengan kesepakatan. Juga disediakan komputer/Laptop untuk latihan Catur dengan program Fritz 8 yang sangat bagus. Ayo bergabung di PERCASI Kabupaten Ngawi!!!!!